Wawawa moment adalah momen dimana saat saya sedang membaca sebuah tulisan, lalu kemudian secara tiba-tiba ilmu discourse analysis dan ilmu psychology keluar barengan, hasilnya adalah pura-pura gila aja. Hahahaha. A simple post that should make me smile brightly turn into a complicated writing. Tulisan ini malah membuat saya jadi tertawa terbahak dan berkerut-kerut kening tidak karuan. Hingga akhirnya saya memutuskan "Wawawa" alias pura-pura gila dan ngak paham untuk bisa tersenyum panjang kalau ingat post yang satu itu.
Sunday, March 29, 2015
Ini Dan Itu Maka.....
Wawawa moment adalah momen dimana saat saya sedang membaca sebuah tulisan, lalu kemudian secara tiba-tiba ilmu discourse analysis dan ilmu psychology keluar barengan, hasilnya adalah pura-pura gila aja. Hahahaha. A simple post that should make me smile brightly turn into a complicated writing. Tulisan ini malah membuat saya jadi tertawa terbahak dan berkerut-kerut kening tidak karuan. Hingga akhirnya saya memutuskan "Wawawa" alias pura-pura gila dan ngak paham untuk bisa tersenyum panjang kalau ingat post yang satu itu.
Saturday, February 28, 2015
Menunggu = Gosong Lagi dan Lagi
Thursday, February 26, 2015
Membahagiakan Orang tua
*Salam Anak Meutuah...^_~
Monday, June 16, 2014
Pertemuan
Jelas dan pasti
Tegas
Melambai tangan
Senyum merekah
Menanti untuk ku sambut
Refleks,
Senyumku merekah
Menyebut namamu tak bersuara
Dan membalas lambaianmu
Seperti terhipnotis
Sesuatu yang tak bisa terjelaskan
Bahagia saat berjumpa
Berbekas dalam setelah berpisah
Terkenang indah dalam ingatan
Mengenalmu
Kebaikan, keramahan dan kesederhanaanmu
Membuatku yakin
'Ya' jawabku
Untuk tanyamu yang belum terucap
Friday, June 13, 2014
Traveling dan Belajar
Wednesday, May 28, 2014
LAGU = Audio atau Video?
Thursday, March 13, 2014
Rumah Baru (Dibersihkan) :P
Tuesday, March 11, 2014
Thursday, March 6, 2014
Pilihan?
Tuesday, March 4, 2014
Mudah move on = Tidak Setia?
Wednesday, February 26, 2014
Chef Gagal.... :P
Awalnya hanya dititahkan memasak nasi. Bukan perkara sulit, pikir saya, kan ada magic jar! Hahaha. Tapi ternyata mamak saya dengan suara meyakinkan menyuruh saya memasak kuah tumis ikan. Saya awalnya santai, sambil bertanya, bumbunya udah ada kan? Tinggal masak saja kan? Ternyata jawabannya belum ada dan saya harus meraciknya sendiri. Apaaaa??? "Kalau rasanya entah kayak apa, terima aja ya?" balas saya. Kemudian tidak hanya itu, mamak saya juga titip agar ikannya juga di goreng beberapa ekor. Telepon pun putus, pulsa saya habis!!
Wednesday, February 5, 2014
The Crescent Moon
Meneropong, mengitari langit yang tak berujung.
Tak kunjung berjodoh.
Harap tlah pupus, asa tlah hilang.
Namun,
Ujung sabit itu menyapa.
"Tidakkah kau lihat sinarku?"
"Aku di sini!"
Sinar sabit itu terpantul dalam senyumku.
Sabit itu pun terlukis indah di bibirku, tak kusadari.
Bahagia menyelinap dalam gelapnya hati yang tertutup awan.
Bagai sinar sabit yang menyelinap dalam pekatnya malam berpeluk kabut.
Monday, January 27, 2014
Enak = "Enak" ?
Monday, April 29, 2013
CEREWET
Saturday, March 30, 2013
Musim Panas, Orkestra Jangkrik, dan Semangka
Saturday, December 22, 2012
Brosuuuuur LAGI!!
*Jampok tingkat dewa
Tadaaaa...... ini dia:
*Dibuat oleh kelompok 6
**Semua gambar dalam brosur didapat dengan bantuan paman Google dengan perubahan seperlunya.
Brosuuuuurrr....^u^
Belakang
Smoga bermanfaaaat....^-^
*Semua gambar dalam brosur didapat dengan bantuan paman Google dengan perubahan seperlunya.
Wednesday, November 7, 2012
Adek Ganteng Baju Pink...:p
Si AGBK ini ganteeeeeng bangeeet, jadilah para penghuni kelas kami, termasuk saya yang memang sudah duluan di depan, pada maju duduk jadi paling depan. dengan norak beberapa teman saya menampakkan ketertarikan pada si AGBK. Naaah.... saya? saya juga suka, trus saya bisik-bisik dengan si Lia dan teman lainnya, sederet sebangku saya, "Dari sekian banyak nomor HP di kertas selebaran ini nomor adek tu yang mana? twiternya yang mana? FB nya yang mana?" Dan adalah mereka merespon: "IIIiiiiih kak Juzaaaa, ngak boleh ma adek-adek". Saya ketawa ngakak. :v
Tapi sebenarnya, yang membuat saya jatuh cinta pada AGBP itu bukan karena gantengnya, tapi karena dia pinter, dari content dan cara bicaranya saja kelihatan banget kalau dia pinter. Daaan... Eng Ing Eng... Proses kagum bekerja dalam diri saya. Tehee.
Wednesday, November 17, 2010
Selamat Lebaraaann.....
Mohon dimaafkan.>.<
Monday, October 11, 2010
Tragedi Kopi.....(õ_ó) *edisi revisi*
TRAGEDI KOPI
Di suatu pagi yang awalnya terasa aneh.
“Dek Reduk!” Panggil mamak.
“Ya Mak,” sahutnya berlari kecil menghampiri mamak.
”Gulanya nggak ada lagi ya?”
”Ah yang betol?”
”Iya, sesendok pun nggak ada. Pergi beli ke pasar Duk ya!”
”Belinya sebentar lagi boleh? Sekalian Reduk ke kampus aja ya Mak, sekarang Reduk siap-siap.” Jawabnya sambil berlari menuju jemuran untuk mengambil handuk.
”Boleh juga lah, tapi jangan lama-lama ya! Ini mau buat kopi untuk ayah.”
”Oke! Bilang sama ayah sabar sebentar, sarapan aja dulu, kopinya belakangan.”
Reduk Fahlia namanya, anak yang periang dan ceroboh yang sudah pada tingkat kronis. Reduk, nama yang aneh, begitu selalu pikirnya. Tak henti-henti ia protes pada orang tuanya akan namanya yang selalu menjadi bahan olokan teman sebayanya dari ia taman kanak-kanak hingga sekarang. Ia mahasiswi di salah satu universitas negeri di Banda Aceh. Ia mengambil jurusan psikologi. Ibunya selalu khawatir, entah bagaimana ia bisa menjadi psikolog nantinya, semoga tidak menyusahkan pasiennya, begitu selalu harapan ibunya.
Sementara Reduk bersiap-siap, di saat yang sama teronggok sekantong plastik berisi kopi yang telah berumur berminggu-minggu dan ditinggal pergi oleh sang pembeli tanpa belas kasih.
Setelah selesai bersiap-siap, ia pamit pada ibu dan bergegas mengeluarkanb yotsubamio, Yotsuba adalah tokoh komik favoritnya, sehingga seluruh benda dinamai yotsuba. Reduk baru dua bulan yang lalu dapat mengendarai sepeda motor dan mengeluarkan yotsubamio dari tempat parkir rumahnya yang berbatu serta penuh gundukan tanah bukanlah hal ya mudah.setelah dorong ke depan, ke belakang, ke kiri, ke kanan, tiba-tiba...
“Thuuuoob ploush...” bungkusan kopi berumur berminggu-minggu terinjak oleh Reduk.
“Tidaaak... apa ini!” Reduk berteriak dengan panik.
Ayah yang tadinya kalem-kalem saja mendengar percakapan ibu dan anak yang aneh itu angkat bicara.
”Kenapa Dek Duk?” Tanya ayah dari kejauhan.
”bau apa ini? Basah, lengket, ihh... siapa yang ninggalin kopi basi di sini? Bau mati!” omelnya tanpa sadar akan pertanyaan ayah.
”Alahai Dek Duk,“ ayah tak tau berkata apa lagi, Reduk sibuk dengan kopinya.
Reduk berlari-lari sambil mengendus dimana saja bersarangnya bom bangkai tersebut. Reduk kembali ke kamar dan mengganti pakaiannya. Sambil bersungut-sungut, ia mengambil air dan mencipratkan pada sisa-sisa bom bangkai yang mengenai yotsubamio.
”Masih bau nggak ya?” Gumam Reduk sambil mengendus si mio.
“Ka bereh!”*
“Mak! Dek Duk pergi dulu ya...”
“Jangan lupa gulanya!’
“Dua kilo kan?”
“Iya, jangan lama-lama! Ayah udah saatnya minum kopi.”
”Beres!”
Berangkatlah ia dengan si mio yang agak-agak basah.
Bruuum... Nyiiiit... sampailah ia di pasar.
“Bang, gulanya dua kilo.”
“Nih Dek, yang lain?”
“Itu aja Bang, nih uangnya.”
”Nih kembaliannya.”
Bruuum... Nyiiiiit... sampai di rumah.
”Mak! Ini gulanya.”
”Makasih ya, tapi ayah jadi telat deh minum kopinya.”
”Ya ampun, memang ada jadwalnya Mak? Hahahaha... Pergi ya! Sa... Kom,” ucapan salam yang tak pernah betul dan lengkap terdengar karena diucapakan sambil berlari.
”Ck...ck...ck... Dasar anak zaman sekarang!”
”Telat dah,” gumam Reduk sambil menaiki mionya.
Bruuum... Nyiiit... sampai di kampus.
”Pagi Kak! Tenang... acaranya belum mulai.” Si Umi, adek letingnya, menyapa dengan sumringah.
”Yaelah...padahal udah ngebut tadi. Huff!”
”Kenapa kok capek kali keliatannya?”
”Bla...bla...bla...” Berulanglah tragedi kopi dalam kata.
”Hahaha...” Tawa Umi membahana ke seluruh penjuru ruangan yang tak seberapa luas dan sepi itu.
Reduk pun ikut tertawa, namun tiba-tiba terlintas dalam pikirannya kenapa semua hal di pagi ini berhubungan dengan kopi.
”Dasar! Kenapa dengan kopi pagi ini.” Ia berkata sewot.
Umi tertawa makin kencang melihat Reduk yang tak henti-hentinya mengomel sambil memonyongkan mulutnya.
* sudah beres/ ok dalam bahasa aceh.
Banyak revisi yang terjadi, karena kok setelah direvisi jadi gimana gitu...jadilah pemeran utamanya saya ganti namanya. walau saya adalah fans no 1 nama sendiri, namun kali ini kegilaan itu harus di hide kan.
Selamat anda telah membaca tulisan ini!!.













