Showing posts with label suka-suka. Show all posts
Showing posts with label suka-suka. Show all posts

Sunday, March 29, 2015

Ini Dan Itu Maka.....

Ini dan itu maka Wawawa......Hahahaha

Wawawa moment adalah momen dimana saat saya sedang membaca sebuah tulisan, lalu kemudian secara tiba-tiba ilmu discourse analysis dan ilmu psychology keluar barengan, hasilnya adalah pura-pura gila aja. Hahahaha. A simple post that should make me smile brightly turn into a complicated writing. Tulisan ini malah membuat saya jadi tertawa terbahak dan berkerut-kerut kening tidak karuan. Hingga akhirnya saya memutuskan "Wawawa" alias pura-pura gila dan ngak paham untuk bisa tersenyum panjang kalau ingat post yang satu itu.

Gara-gara kejadian kali ini, saya jadi teringat petuah dosen penguji sidang skripsi saya. Tepat setelah selesai sidang skripsi, si ibu bilang pada saya, "Juza, setelah ini rencananya apa?" Saya menjawab beberapa hal yang ada dalam pikiran saya, tentunya tentang rencana masa depan saya. Kemudian si Ibu mengeluarkan pernyataan yang membuat saya dan teman-teman yang menunggu saya di luar ruangan sidang terkejut. "Anak Psikologi bagusnya menikah sebelum mengambil S2", begitu kata si Ibu, Kami kontan bertanya, lho, kenapa? Ibu penguji saya menjelaskan karena kalau sudah S2, tambah banyak ilmu psikologinya, semakin banyak juga hal yang nantinya jadi pertimbangan. Karena keliatan calonnya begini dan begitu. Sontak kami ber Oo ria dan tertawa bersama-sama.

Benar saja, kalau sekarang baru S1 Psikologi, ditambah ilmu discouse dari perkuliahan saya di Bahasa Inggris bisa membuat hal sepele seperti membaca aja jadi complicated, belum lagi hal-hal lainnya. Well, tapi apapun itu, kembali lagi ke diri masing-masing. Semoga saya dijauhkan dari sikap-sikap menghakimi, sok tau dan sok paham yang biasanya kerap menyerang para individu yang berkecimpung di dunia Psikologi. Amiiin XD

*Salam Psikoogi.....^-^

Saturday, February 28, 2015

Menunggu = Gosong Lagi dan Lagi

Assalamu'alaikum......Smoga kita semua diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas dan beribadah kepada Allah. Amiiin.

"AAAAggghhhh......HAhahhahaha....."

Kira-kira beginilah jerit saya yang diikuti tawa yang ditujukan pada diri sendiri. Kemarin saya telah membuat sebuah masakan yang sengaja dimasak menjadi gosong. Dan saya amat merasa bersalah.

Adalah beberapa hari yang lalu saya bilang kepada mamak saya, bahwa saya pingin makan "sie reboh". Makanan ini adalah makanan khas Aceh Besar yang tidak pernah dimasak di dalam keluarga kami yang Aceh Pidie. Sayalah orang pertama yang memasak makanan ini setelah jatuh hati akibat mencicipinya di rumah teman. Jadi, jika ada daging di hari meugang atau lebaran, mamak saya akan menyisihkan sejumlah daging untuk saya masak sie reboh. Tidak banyak, karena yang makan cuma saya seorang, yang lain tidak doyan karena saya buatnya versi ektra pedas. Hahahha.

Setelah saya bilang saya pingin sie reboh, mamak saya membelikan daging untuk saya masak, setelah dimasak, masakan ini harus sering-sering dipanaskan beberapa hari, baru rasanya benar-benar enak dan pas untuk dinikmati. Setelah beberapa hari saya memanaskannya, tapi karena tak sabar saya sudah menghabiskan setengahnya. Suatu hari, tepatnya kemarin, saya memanaskannya lagi, karena mengingat masi lama, maka saya menyambi melakukan hal lain. Daaaan, terjadilah peristiwa gosong yang parah, karena saya Lupaaa!!!
Satu rumah berubah bau gosong, Daging sie reboh bagian atas yang masih bisa diselamatkan saya sisihkan, dan yang gosong terpaksa saya masukkan tong sampah. Hikss. Saya merasa amat bersalah, makanan yang dagingnya mahal, sengaja dibelikan karena saya pingin, sengaja saya masak dan bersabar berhari-hari (walau udah habis setengah) akhirnya harus berakhir di tong sampah. Masih banyak orang yang kelaparan di luar sana. Astagfirullah.....Hiksss.....T.T 

Sebenarnya, dalam persoalan masak memasak dan memanaskan makanan, mamak saya selalu berpesan jangan ditinggal. Karena trek record saya yang amat sering menggosongkan makanan membuat saya masuk black list mamak saya. Hahahaha.



Saya selalu sebisa mungkin untuk tidak meninggalkan, tapi kalau lama sekali harus menunggu saya biasanya akan sambil melakukan sesuatu. Jika sudah begini, maka dimulailah mala petaka. Ayah saya lebih khawatir kepada masalah bahayanya masakan gosong karena dapat terjadi kebakaran. Hiks

Beginilah saya, susah sekali disuruh menunggu, saya terlalu asik dengan banyak hal selagi menunggu, hingga akhirnya lupa apa yang sedang ditunggu. Suatu hari karena tidak ingin membuat makanan rugi, akhirnya saya membuat alarm, agar setiap 5 menit saya mengecek masakan yang sedang saya tunggu. Hahhaha. Seharusnya saya selalu melakukan ini ya. Yosh Baiklaaaah.

Di lain waktu, saat menunggu teman yang sangking lamanya datang, saya menyambil dengan pergi ke tempat lain daripada menunggu tanpa bisa berbuat apa-apa, sangking asik sendiri melakukan hal lain, akhirnya saya malah tidak menunggu, saya lupa. Begitu sadar, saya merasa bersalah dan langsung mengabari si kawan, bahwa saya sambil menunggu lupa dan sedang di tempat lain mengerjakan sesuatu. Si kawan malah santai bilang, dia masih di rumah. Oalaaah.

Menunggu mungkin merupakan hal yang membosankan, tapi jika menunggu itu diisi dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat insyaAllah tidak akan bosan. Begitu keyakinan saya. Hal ini berlaku untuk banyak hal, kecuali masak memasak yang menunggu merupakan proses yang harus dilewati dengan sabar tanpa boleh lengah. Hahahahha.

Saya sedikit terpukul dengan peristiwa gosong kali ini, semoga bisa menjadi pelajaran buat saya dan membuat saya lebih sabar menunggu. Amiiin

*Salam Gosong.....-_-"



Photo: zazzle.de and CartoonStock.com

Thursday, February 26, 2015

Membahagiakan Orang tua

"Selagi masih singel, puas-puaskan dengan orang tua, bahagiakan mereka, sebelum berkeluarga!!!"

Kalimat ini terbaca oleh saya, ditulis oleh seorang yang tidak saya kenal di komen facebook salah satu teman facebook saya. membuat saya tercenung dan teringat beberapa cerita, kejadian dan kabar-kabar. Well, dari cerita dan kabar-kabar yang saya dengar, maka wajar sekali seorang bapak-bapakyang sudah berkeluarga menulis komen di atas di sebuah status anak muda yang masi single.

Beberapa waktu lalu, saya ikut seminar "Menikah Itu Indah" yang diisi oleh Ustadz. Mohammad Fauzil Adhim. Walaupun judulnya seperti tertera di spanduk seminar tapi isi nya tidak tepat seperti apa yang tertulis. Namun acara itu adalah acara keren yang betul-betul membuat saya ber O O ria, soalnya banyak sekali tauladan yang bisa saya ambil dari kisah-kisah sahabat dan sahabiyah yang selama ini cuma saya baca dan saya pahami dari sisi sebuah cerita sahabat, padahal ternyata dari segi yang lain juga dapat diambil sebagai contoh yang membuat saya, ber lho? Eh Iya, Waaah ria sepanjang seminar. Ya, begitulah kira-kira eskpresi saya saat bagaimana kisah Asiah, Maryam, Khadijah dan Fatimah diambil hikmahnya dari sisi keperempuanan, pernikahan dan keluarga.

Back to the topic, salah satu peserta seminar bertanya, "Bagaimana kalau kita menunda menikah karena ingin membahagiakan orang tua terlebih dahulu?". Maka setelah pertanyaan dilontarkan Ust. menjawab dengan sebuah pertanyaan baru, "Apakah anda semua disini ingin membahagiakan orang tua dulu baru menikah?" sebagian menjawab 'iya' dan sebagian menjawab 'tidak' termasuk saya. Kemudian jawaban dari ust. memang klik sekali dengan jalan pikran saya. Bahwa, membahagiakan orang tua itu bukan hanya dulu, sekarang dan sebelum menikah, tapi selamanya, sepanjang hidupnya dan hidup kita. Terus menerus, tidak putus.




Hanya saja, mungkin cara membahagiakannya jadi sedikit berbeda. Misalnya selama ini tinggal bersama orang tua, setelah menikah tidak, tapi bagaimana diusahakan di waktu tertentu kita tetap punya quality time bersama orang tua, tidak perlu sering jika memang jauh dan tidak memungkinkan. tapi yang penting itu kualitas kebersamaannya. Jika biasanya memberikan sebagian atau seluruh gajinya dengan orang tua, maka dikomunikasikan, otomatis orang tua akan mengerti, namun jangan serta merta dan meninggalkan celeng kosong. Walau tidak memberikan secara penuh, karena sekarang berkeluarga, berikan semampunya yang memang sebaiknya dianggarkan atau diberikan dalam bentuk barang, makanan atau hal-hal kesukaan orang tua. Atau hal-hal lain, silahkan saja dimodifikasi sepintar dan sebaik mungkin. Namun, pesan ust. jangan menceritakan sebuah kabar atau berita yang tidak baik kepada keluarga, silahkan diselesaikan sebisa mungkin tanpa melibatkan keluarga, kecuali jika memang tidak bisa lagi dihindarkan. Karena jika seorang anak sedih, bermasalah, pusing, maka orang tua pasti juga ikut kepikiran. Kan kasian, udah diurus dari kecil, masak iya udah gede pun masalah kecil yang kita punya harus diurusin orang tua juga. Belajarlah bersama-sama pasangan menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang baik. Bahkan, perkataan yang baik pada orang tua saja bisa membuat orang tua senang, jadi tidak melulu dalam bentuk finansial, untuk apa finansial yang dikirimkan ke orang tua banyak, namun tidak pernah ada saat orang tua sakit, selalu ketus, suka membantah, nah jadi mari menjadi pribadi yang membahagikan orang tua kapan pun, walaupun setelah menikah.

Ya, begitulah kira-kira isi jawaban dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan dan menurut saya sekaligus menjawab keheranan saya atas komen fb di atas. terlihat mudah dikatakan tapi sepertinya akan sulit dipraktekkan, Hahaha. Tapi dimana ada kemauan yang kuat, keikhlasan dan ilmu, insyaAllah dengan terus belajar dan mencoba tanpa lelah, insyaAllah akan bisa membahagiakan orang tua ya, kapanpun dimanapun. Amiiin.

*Salam Anak Meutuah...^_~



Photo: jenniferrasmussen.myadventures.org

Monday, June 16, 2014

Pertemuan

Tanpa canggung
Jelas dan pasti
Tegas
Melambai tangan
Senyum merekah
Menanti untuk ku sambut

Refleks,
Senyumku merekah
Menyebut namamu tak bersuara
Dan membalas lambaianmu
Seperti terhipnotis
Sesuatu yang tak bisa terjelaskan

Bahagia saat berjumpa
Berbekas dalam setelah berpisah
Terkenang indah dalam ingatan

Mengenalmu
Kebaikan, keramahan dan kesederhanaanmu
Membuatku yakin
'Ya' jawabku
Untuk tanyamu yang belum terucap

Friday, June 13, 2014

Traveling dan Belajar

Assalamu'alaikum minna san.....^_^

Kali ini saya tertarik buat nulis sebuah post tentang traveling. Saya orang yang senang traveling, walau belum bisa dikatakan traveler, backpacker, dan sejenisnya. Soalnya jari tangan sebelah belum habis buat menghitung daerah atau negara yang saya kunjungi. Apapun itu, saya cinta traveling.

Salah satu daerah yang sangat ingin saya kunjungi di Aceh adalah Takengon.
Salah dua daerah yang sangat ingin saya kunjungi di Indonesia adalah Bali dan Papua.
Salah satu negara yang sangat ingin saya kunjungi di Dunia adalah Jepang.
Kalau Mekkah dan Madinah, itu destinasi wajib yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang.

Tentu anda punya list masing-masing untuk yang namanya tempat yang ingin dikunjungi. Mari ngelist!!

Dari pengalaman sekuprit mengunjungi tempat-tempat yang cukup dihitung dengan jari sebelah tangan, saya belajar satu hal. Tujuan dari traveling adalah menjadi bijaksana. Belajar sebanyak-banyaknya dari tempat yang saya kunjungi, sekecil dan sebesar apapun itu. Seperti mengecek prakiraan cuaca sebelum bepergian, sehingga dapat menyesuaikan jenis pakaian yang cocok, jumlah air yang dibawa, perlengkapan hujan, seperti payung, dkk, dan hal-hal lainnya. Terkait cuaca ini, saya belajar satu hal, orang-orang di luar tempat saya tinggal, tidak segan-segan menenteng payung, jas hujan atau pun botol minum kemana-mana. Hal ini sangat biasa terlihat dimana-mana, baik di Malaysia maupun di Korea.

Saat berada di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu, saya ingat teman saya menjadi sering menggunakan headset agar terlihat sama keren dengan penduduk KL. Sedangkan di Korea, telah ada himbauan atau aturan untuk menggunakan headset di tempat umum agar tidak mengganggu orang lain. Jadilah anda akan melihat orang menggunakan headset dimana-mana terutama di ruang-ruang publik. Bukan hanya sekedar ingin terlihat keren, ternyata memang ada manfaatnya. Kalau di KL, saya kurang tahu apakah sama himbauannya atau tidak, tapi kebanyakan penduduknya juga menggunakan headset saat berada di ruang publik. Jadi, sebelum meniru-niru ada baiknya sekalian tahu manfaatnya apa.

Ngomong-ngomong masalah keren, saat di monorel atau subway, orang-orang banyak yang sibuk dengan HP nya, tentunya HP nya kebanyakan berteknologi canggih dan keluaran terbaru yang bikin ngiler. Didukung cowok-cewek korea yang cakep-cakep. Sempurnalah sudah menjadi sumber keirian. Tapi satu hal yang membuat saya takjub adalah, setelah tampil keren setengah mati begitu, mereka tetap dengan santai menenteng payung atau botol minum. Kalau dari hasil wawancara singkat saya dengan beberapa teman di Banda Aceh, mereka malu dan ribet bawa-bawa payung, menggunakan mantel hujan dan nentengin botol minum. Saya tidak habis pikir, kenapa musti malu ya? Any idea? Apakah harus rela basah demi malu menggunakan payung dan mantel? Kalau yang basah cuma pakaian, ya mungkin masih oke, tapi kalau yang basah itu buku, laptop, HP, dll? Apa kabar jadinya? Lalu apakah lebih baik haus atau beli minuman padahal bisa bawa minum sendiri? Saya saja yang sudah bawa minum harus beli minum lagi karena kurang. Hehehe *ukuran botol saya sepertinya harus diupgrade.

Di lain waktu, seorang ibu Jepang yang tinggal di Banda Aceh, di siang terik yang membahana, dengan santai menggunakan payung menjemput anaknya pulang dari TK yang hanya 200 meter dari rumahnya. Jadi, kenapa musti berpanas-panas ria jika bisa menggunakan payung atau membawa kipas?
Dengan berpanas-panas ria, malah ujung-ujungnya kita ngomel panas lah, marah-marah, malas keluar rumah, dll. Jadi tidak bersyukur akan nikmat matahari yang diberikan Allah. *Saya teringat dinginnya udara Seoul di suatu malam yang mematikan, dan baru sadar bahwa nikmat panas matahari di Banda Aceh begitu berharga.

Memang sesuatu baru terasa berharga saat tiada. Jadi,  apa yang ada di depan mata harus disyukuri dengan cara yang cerdas bukan? Mengapa harus malu? Mari bersyukur...^_^


*Salam payung, mantel dan botol minum.... ;D

Wednesday, May 28, 2014

LAGU = Audio atau Video?

Assalamu'alaikum Minna San.....^_^

Apa yang ada di benak anda saat anda mendengar kata lagu? 
Pilihannya cuma dua, audio atau video?
Anda bebas memilih pilihan mana saja antara audio atau video, kemudia simpan jawaban tersebut dalam benak anda. 

*merasa familiar tidak dengan instruksi ini? Kalau iya, saya tidak sedang main tebak-tebakan sulap kayak di tipi-tipi itu kok. Hahaha.

Saya pribadi akan memilih video. Entah mengapa, setiap kali senang dengan suatu lagu, penasaran dengan suatu lagu, atau apapun terkait lagu, maka hal pertama yang saya lakukan adalah mencarinya di youtube.com. Kenapa? Karena di benak saya lagu itu adalah video. Hehehe.
Saya akan berusaha mencari movie video official dari lagu yang saya ingin dengar, atau mencari fans videonya atau minimal sekali jika tidak ada juga, maka saya akan mencari video lyric-nya. Saya tidak merasa ini adalah hal yang aneh. Hingga suatu hari, saya sadar saat kakak saya meminta file sebuah lagu, maka yang saya punya hanya video, dan yang dimaksud kakak saya adalah versi mp3 nya. Begitupula saat saya meminta file lagu dari teman, yang ia berikan adalah file mp3, padahal dalam benak saya, yang saya inginkan adalah videonya. Setelah saya perhatikan, banyak yang menganggap "lagu" berupa atau berformat audio.

Saya baru ingat, karena saya adalah visual person, makanya saya suka video. Hmm....*elus kumis. Saya akan menjadi sangat bahagia jika semua lagu yang saya cari ada videonya. Hihihiihi.
Ngomong-ngomong soal video. Ada sebuah video lagu yang HANYA saya lihat 2 kali sambil mendengar lagunya. Sisanya, saya memutuskan mendengar tanpa melihat video. Kenapa? Karena videonya amat sangat menguras emosi saya, sedih, senang, keren, kece, suka, terluka, galau dan perasaan gado-gado lainnya. Tapi yang pasti ini video best deh.

Ngomong-ngomong lagi, tidak setiap kali mendengar lagu saya akan pelototin videonya juga, tapi tetap saja saya memutar playlist video saat mendengar lagu walau kadang-kadang tidak melihat videonya. Rasanya tetap berbeda. Saat sebuah lagu yang saya suka videonya terdengar, tidak jarang saya memutuskan untuk melihat lagi videonya. Tapi untuk lagu yang satu ini, cukup 2 kali saja. Satu kali, masi terpana dengan keren dan luar biasa nyesaknya. Yang kedua, baru sadar ini video ngak boleh ditonton untuk ketiga kalinya kalau ngak mau perasaan jadi gado-gado. Hahaha

Lagi ini berjudul "Melted", berbahasa korea dan dibawakan oleh dua orang kakak beradik yang keren banget skill menyanyinya, Akdong Musician (AKMU). Namun, semua aktor videonya diperankan oleh para bule. Awalnya saya kok merasa salah masuk rumah, tapi ternyata tidak. Benar-benar Melted saya dibuatnya. Untuk lirik dan artinya silahkan dicari sendiri. Lagu-lagu lainnya juga keren, dan lucu, silahkan klik di nama di atas.

Berikut link youtubenya, semoga ada manfaat.



Selamat menikmati.
Thanks to Rahmalia yang memperkenalkan saya dengan AKMU... :-*

*Salam Video


Photo: www.facebook.com/AkdongMusiciann



Update:

Tiba-tiba jumpa video yang watchable bangeeet... Ternyataaa adek Sungha Jung yang ganteng cover lagu ini versi gitarnya. Kereeeeen!! Silahkaaan....*Selalu Melted liat orang yang bisa maen gitar. Hohohoho. XOXO





*Salam Melted

Thursday, March 13, 2014

Rumah Baru (Dibersihkan) :P

Assalamu'alaikum.....^-^

Selamat dataaang di rumah YotsubaWannabe yang Baru (Dibersihkan)....:D

Jika anda melihat beberapa perubahan selama berkunjung sebelumnya, itu berarti mata anda belum rabun, anda tidak berhalusinasi dan tidak dalam keadaan bermimpi. Memang Blog sederhana ini dalam masa berbenah. Alhamdulillah sudah rampung dibuat baru (dibersihkan). *Kalau yang punya rumah tidak tiba-tiba berubah pikiran. Hehehe.

Dalam proses perubahannya, saya belajar sesuatu: 

"Apa yang saya suka belum tentu baik, indah dan bagus bagi rumah saya, mata saya dan mata pengunjung!"

Kenapa begitu? 

Karena awalnya saya ingin serba hijau (berhubung saya suka Hijau). Tapi kok jadi tidak indah di pandang mata. Kemudian saat mengecat, saya sadar saya juga suka warna Merah dan Kuning. Voila, ternyata bagus dipadankan dengan hijau. *Senaaang.

Kedua, Saya ingin serba clover atau yotsuba. Tapi ternyata background clover yang ada terlalu gelap. Saya gantilah menjadi putih polos. Gambar headernya juga saya ganti dengan gambar menara mesjid raya Baiturrahman Banda Aceh yang diambil dari taman balok warna di dekat Taman Sari. Jadilah sedikit colourfull.



Ketiga, badan post dan pinggirnya menjadi lebaaaar. Ini agar yang melihat tidak sumpek. Dulunya sih saya maksa kecil biar kelihatan background clovernya. Tenyata, meukeralep (baca: bersarang kecoa) otak saya melihatnya.

Terakhir, ide mengubah rumah ini datang dari perjalanan saya menjelajah blog orang lain yang isinya plong, cantik, simple dan takjub saat pertama melihatnya, sembuh sakit kepala. Maka dari itu, saya pikir mungkin akan lebih baik jika saya bersihkan sedikit rumah saya agar tidak bersemak belukar. Hehehe.

Memang ternyata, semua warna itu indah. Semua bentuk itu indah. Hanya saja, perlu dilihat dan ditimbang komposisinya. Kira-kira posisinya dimana, bentuknya seperti apa, ukurannya sebesar mana, dan kegunaannya untuk apa, semua perlu menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak serta merta mengatakan "tidak" pada hal baru, mungkin itu lebih baik, lebih menarik, dan lebih oke. So, mari lihat apa-apa yang bisa dibersihkan dan diganti....:D 



*Salam upik abu.


Tuesday, March 11, 2014

Skripshit



How is your skripsi?

Shut up!
None of your business!


Photo: www.yinandyang2011.deviantart.com

Thursday, March 6, 2014

Tuesday, March 4, 2014

Mudah move on = Tidak Setia?

How much time do you need to move on from someone?

Beberapa kejadian terjadi belakangan ini pada saya. Well, good things and bad things of course! Ada tiga kejadian dalam beberapa bulan ini yang membuat saya sadar akan sesuatu. Ternyata saya adalah orang yang sangat cepat bisa move on. Khususnya untuk human relationship, could be friendship, love, professional ties or else. Wooow. Saya sendiri terkejut. Mengingat saya orang yang sangat cinta mati semangka, yotsuba, sepeda, buku, ayunan, dll. Tidak bisa move on. Sulit sekali!



Wednesday, February 26, 2014

Chef Gagal.... :P

Assalamu'alaikum..... Untuk para Ibu atau siapapun di dunia ini yang sedang mengerjakan tugas domestiknya, Saya do'akan dimudahkan, diberi kesabaran dan diberi kebahagiaan tak terbatas! Amiiiin

Do'a ini dilatarbelakangi oleh kejadian tadi pagi:

Pagi ini mamak saya menelfon. Menanyakan saya dimana. Kemudian menyuruh saya segera pulang. Sekaligus menitahkan saya untuk memasak. Ya! Memasak!! Pasalnya, mamak saya sedang pergi ke dokter mengantarkan nenek saya yang sakit. Ternyata antriannya ramai sekali, sehingga tidak akan sempat memasak untuk makan siang. 


Awalnya hanya dititahkan memasak nasi. Bukan perkara sulit, pikir saya, kan ada magic jar!  Hahaha. Tapi ternyata mamak saya dengan suara meyakinkan menyuruh saya memasak kuah tumis ikan. Saya awalnya santai, sambil bertanya, bumbunya udah ada kan? Tinggal masak saja kan? Ternyata jawabannya belum ada dan saya harus meraciknya sendiri. Apaaaa??? "Kalau rasanya entah kayak apa, terima aja ya?" balas saya. Kemudian tidak hanya itu, mamak saya juga titip agar ikannya juga di goreng beberapa ekor. Telepon pun putus, pulsa saya habis!!

Wednesday, February 5, 2014

The Crescent Moon

Mencari sosoknya di dalam lautan awan.
Meneropong, mengitari langit yang tak berujung.
Tak kunjung berjodoh.
Harap tlah pupus, asa tlah hilang.
Namun,
Ujung sabit itu menyapa.
"Tidakkah kau lihat sinarku?"
"Aku di sini!"
Sinar sabit itu terpantul dalam senyumku.
Sabit itu pun terlukis indah di bibirku, tak kusadari.
Bahagia menyelinap dalam gelapnya hati yang tertutup awan.
Bagai sinar sabit yang menyelinap dalam pekatnya malam berpeluk kabut.



*The Crescent Moon, February 5th, 2014

Monday, January 27, 2014

Enak = "Enak" ?

Assalamu'alaikum....niatnya mau buat status facebook, tapi kok ya kepanjangan. Akhirnya di blog saja lah.

Ceritanya begini,
Awalnya sih cuma 1 orang, lama kelamaan kok ya jadi banyak yang nanya. 

Adk leting: Kakak ni wisata kuliner ya? Enak kali lah tiap hari wisata kuliner

Saya: Haaa? wisata kuliner? mana da! hahahha

Adk leting: Iyaaa, mana da ngak, itu makanan tiap hari di post.

Saya: Gini, sebenarnya ngak hanya kakak, semua orang termasuk adek biasanya makan 3 x sehari kan? Adek makannya 3 x ngak?

Adk leting: Iya 3 x

Saya: Nah, coba semua makanan yang adek makan difoto, minimal ada 3 foto dalam sehari. Sedangkan kakak, ngak setiap hari kakak post 1 foto. Jadi sejatinya masi banyak makanan yang ngak kakak post.

Adk leting: Iya juga ya. Tapi kakak enak makan enak terus.

Monday, April 29, 2013

CEREWET

Kata ini adalah kata yang paling tepat menggambarkan saya. Banyak sekali kejadian lucu terkait sifat saya yang satu ini. Mulai dari diskors diam selama 5 menit hingga do'a-do'a ajaib yang muncul karenanya. Sampai sekarang, jujur, saya belum bisa menghilangkan sifat ini. Saya berusaha, namun agaknya satu hari serasa seribu tahun lamanya, hingga saya awet cerewetnya setelah diam satu hari. Hihihihi.

Sangking cerewetnya, kawan-kawan yang sekaligus merangkap adik leting saya, mendo'akan saya dengan do'a yang beda dari yang lain. Mereka mendo'akan saya agar mendapatkan jodoh yang sabar dan tawakkal dan mampu tahan dan menerima kecerewetan saya. Dan lucunya lagi pake intonasi do'a ala si Baim " Ya Allah, bla...bla...bla...blaa.... ya Allah". Saya kontan ketawa ngakak sampe keluar air mata. Soalnya do'anya special sekali dan diaminkan oleh banyak orang. hahahahah...... :v

Karena sifat ini juga, saya terbiasa sekali (kalau ngak bisa disebut langganan), jadi sasaran warning diam, mulai dari guru, dosen, kawan, adik, kakak, dll. Biasanya setelah peringatan ini saya akan diam dan tidak bicara lagi. Walau ngak bakal bertahan lama. Si Cuex, adik leting plus teman kuliah saya, sudah biasa sekali mengeluarkan ekspresi si Haha (yang nonton Running Man pasti tau), kalau kena giliran saya ganggu dengan kecerewetan saya, sambil megang tengkuk belakang seolah nenek-nenek kena serangan darah tinggi....hihihiih....:p Bahkan di suatu hari saat dia presentasi di depan kelas, dia dengan refleks menjawab gumaman saya yang komen dengan entengnya dari bangku saya duduk. Ternyata dia dengar dan gemas jadi refleks menjawab. Sontak saya tertawa alih-alih mendengarkan jawabannya/pembelaannya.

Cerita-cerita ini dan banyak cerita lainnya mungkin merupakan cerita lucu dan menarik bagi saya, namun mungkin bagi banyak orang "korban kecerewetan" saya, ini mungkin cerita yang mengesalkan dan menjengkelkan. Untuk itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Jujur, saya tidak akan marah dan tidak pernah benar-benar marah dan memasukkan ke dalam hati apapun yang kalian ucapkan pada saya tentang kecerewetan saya ini. InsyaAllah.

Namun, kalau kalian tahu, sebenarnya ada sebuah "kata luar biasa" yang pernah terucap atau diucapkan seseorang yang benar-benar ampuh mendiamkan saya dalam waktu yang terlama sepanjang riwayat saya diam. Sangking dahsyatnya efek kata-kata ini, sehingga mampu meruntuhkan "dunia" saya. Saya jelas tidak marah, namun kata-kata ini seolah menyadarkan saya akan banyak hal. Kata-kata yang sebanyak apapun pembenaran dan berhusnudzannya saya terhadap kata ini, tetap tidak mampu menghalangi mata saya berkaca-kaca. Kata-kata yang setiap kali teringat, terdengar, terbaca, dalam konteks apapun selalu mampu meruntuhkan dunia saya. Kata-kata yang kapanpun mampu membuat mata saya berkaca-kaca dan tenggorokan seolah tersekat dan kekurangan oksigen. Sungguh kata-kata yang luar biasa. 

Semua penyakit ada obatnya, "kata luar biasa" itu mungkin adalah obat kecerewetan saya. Well, obat selalu pahit walau menyembuhkan. Jadi kalau anda ingin saya diam, sudah bisa coba-coba menebak kata apakah itu? Satu kata yang terdiri dari lima huruf.... :p


*Salam Tebak Kata..... ;D

Saturday, March 30, 2013

Musim Panas, Orkestra Jangkrik, dan Semangka

Malam-malam saya jadi semakin meriah karena ditemani orkestra jangrik. Tepat di samping kamar saya mereka konser. Seperti biasa, ini pertanda sedang musim panas. Panasnya luar biasa. Sampai membuat saya menenteng kipas kemana-mana.... :D

Sebagian orang memilih terus mengeluh, sebagian lainnya diam saja, sedikit sisanya bersyukur atas nikmat panas ini. Saya, salah satu orang yang cenderung mengeluh. Tapi, kemudian saya disadarkan bahwa musim panas adalah saat yang sempurna menikmati air semangka kerok kesukaan saya. Semakin panas cuaca, maka semakin luar biasa sensasi kesegarannya yang ditambahkan sirup, air dingin dan es batu. Sluuurp....:p
*pemahaman ini muncul saat saya sedang mengerok semangka di dapur... :D

Saya pun segera bersyukur akan kehadiran musim panas yang luar biasa ini. Musim panas sudah menyapa. Kita terus mengeluh pun tidak berguna. Kalau mau menuruti nafsu, nanti di musim hujan pun orang akan terus mengeluh tentang hujan yang tidak berhenti, banjir, cucian tidak kering, dll. Tiada habisnya, serba salah, maka carilah hal-hal positif yang dapat kita syukuri dari musim yang panas ini. Walau sekedar segayung air semangka kerok (kali ini edisi semangka kuning lho).... :p

*Salam Semangka Kerok

Saturday, December 22, 2012

Brosuuuuur LAGI!!

Assalamu'alaikum....^-^

Lagi-lagi saya bakal jampok, jadi yang kira-kira bakal muntah, silahkan klik x pojok kanan atas... :p

Kali ini tugas dari dosen Intervensi dan Manajemen Bencana. Kami dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 6 orang dan lagi-lagi ditugaskan buat brosur. Setelah dipikir-pikir, kami memutuskan untuk membuat tentang Gempa Bumi.

Seperti biasa, setelah dibuat menggunakan Ms. Word, saya ubah dalam bentuk gambar. Lagi-lagi entah kenapa suka banget liatnya... :p
*Jampok tingkat dewa

Tadaaaa...... ini dia:

Depan

Belakang

Semoga Bermanfaat.....^-^

*Dibuat oleh kelompok 6
**Semua gambar dalam brosur didapat dengan bantuan paman Google dengan perubahan seperlunya.

Brosuuuuurrr....^u^

Assalamu'alaikuuuuum......^-^

Apa kabaaar?
Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!!
*Jadi teringat pas belajar ngaji di TPA dulu, hehe

Kali ini saya mau pamer, kalau anda bakal kira-kira tidak suka, silahkan klik tombol x merah di kanan pojok atas.... :p

Ceritanya semester kemaren di mata kuliah Psikologi Kesehatan, kami diberi tugas oleh sang dosen untuk membuat brosur. Tugas ini tugas individu. Setiap orang wajib membuat brosur atau leaflet. Tema nya adalah bentuk event promosi kesehatan yang akan kami promosikan melalui brosur.

Sebenarnya, waktu pengerjaannya diberikan dalam waktu yang cukup lama, hampir 3 minggu. Tapi memang saya dasarnya prokrastinasi menempel melekat tak jua lekang. Jadilah saya mengerjakannya 3 hari sebelum dikumpulkan. Teman-teman saya sudah pada selesai, saya masi bingung mau buat tema apa. Hiks...

Akhirnya, saya memutuskan membuat tentang "cuci tangan pakai sabun". Karena kalau dibuat dalam bahasa Inggris dapat nilai plus, jadilah saya berusaha membuatnya dalam bahasa Inggris seadanya. Tahap paling sulit dalam membuatnya adalah mencari gambar yang menarik dan tepat dengan yang kita inginkan. Saya menghabiskan waktu 2 hari untuk mencari gambar dan bahan serta 1 hari untuk membuat dan mengaturnya. Simple saja, saya membuatnya dengan bantuan Ms. Word, kemudian karena takut tidak terbaca oleh laptop yang lain, saya ubah ke dalam bentuk PDF. Selanjutnya untuk memudahkan saya ubah dalam bentuk gambar dengan menggunakan Advanced PDF Utilities Free.

Dan Taaaadaaaa.....jadilah dia, entah kenapa saya sukaaaa sekali melihatnya *jampok...:p

Depan

Belakang


Smoga bermanfaaaat....^-^

*Semua gambar dalam brosur didapat dengan bantuan paman Google dengan perubahan seperlunya.

Wednesday, November 7, 2012

Adek Ganteng Baju Pink...:p

Assalamu'alaikum.......^_^
Alfatihah dulu buat kita semua.....*hening sambil komat kamit....Amiiin.

Cerita punya cerita, di kampus saya sedang gencar-gencarnya kampanye pemilihan gubernur BEM. Kandidatnya kali ini adalah adik-adik leting 2010. Jujur, awalnya saya ogah-ogahan terlibat dalam hal apapun. Lagipula saya tidak kenal, tidak tahu, dan tidak pernah melihat ke 2 kandidat yang mencalonkan diri. Nantilah, saya pikir, mereka akan masuk ke kelas-kelas untuk memperkenalkan diri, barulah saya nanti menetapkan pilihan.

Benar saja, satu demi satu kandidat mulai melakukan kampanye dengan masuk ke kelas-kelas untuk memperkenalkan diri dan mengajak memilih mereka. Kandidat pertama masuk, saya kurang sreg, dan tanggapan saya biasa saja. Beberapa hari berselang, masuk kandidat kedua. Naah yang satu ini, majulah kandidatnya dengan tim suksesnya ke depan kelas kami. Dalam tim suksesnya, atau jubirnya, adalah si Adek Ganteng Berbaju Pink (AGBK). Sebenarnya bukan pink, namun kemeja putih bergaris merah, karena dilihat dari agak jauh, jadilah pink. Eheem...


Si AGBK ini ganteeeeeng bangeeet, jadilah para penghuni kelas kami, termasuk saya yang memang sudah duluan di depan, pada maju duduk jadi paling depan. dengan norak beberapa teman saya menampakkan ketertarikan pada si AGBK. Naaah.... saya? saya juga suka, trus saya bisik-bisik dengan si Lia dan teman lainnya, sederet sebangku saya, "Dari sekian banyak nomor HP di kertas selebaran ini nomor adek tu yang mana? twiternya yang mana? FB nya yang mana?" Dan adalah mereka merespon: "IIIiiiiih kak Juzaaaa, ngak boleh ma adek-adek". Saya ketawa ngakak. :v

Well, intinya saya dapat gebetan baru. Adek Ganteng Berbaju Pink....:p

Tapi sebenarnya, yang membuat saya jatuh cinta pada AGBP itu bukan karena gantengnya, tapi karena dia pinter, dari content dan cara bicaranya saja kelihatan banget kalau dia pinter. Daaan... Eng Ing Eng... Proses kagum bekerja dalam diri saya. Tehee.


Wednesday, November 17, 2010

Selamat Lebaraaann.....

Di hari yang luar biasa ini Juzamalia n keluarga mohon maaf lahir batin. Banyak khilaf dan salah selama saya ad di dunia maya apalagi di dunia nyata...
Mohon dimaafkan.>.<


Ada banyak cerita di hari raya ini. Mulai dari cerita kucing, buku, makanan dan lainnya. Seolah-olah mereka menyambut lebaran dengan caranya sendiri. Subhanallah...Hari raya yang berbeda...^_^
 InsyaAllah akan saya cerita kapan-kapan kalo gak malas nulis....hehehehe


Monday, October 11, 2010

Tragedi Kopi.....(õ_ó) *edisi revisi*

Entahlah...bingung memulai...

Suatu hari, entah bagaimana aku tlah mendaftarkan diri dalam sebuah seminar yang iming2 keuntungannya menggiurkan. Seminar ini hanya Rp 50.000 namun bonus dan hadiah2 lainnya itu menggiurkan yang kalau dikalkulasikan senilai Rp 500.000. Salah satu bonus'a adalah kelas menulis yang diadakan selama bulan puasa. Setelah dipikir2, terlalu banyak orang yang menyarankan, kalau tidak mau dibilang protes, akan hobi membacaku yang mendekati kegilaan. Mereka semua bertanya, "udah pernah nulis? nulis lah, kan hobi baca masak gak pernah nulis!"
Hanya cengiran yang kupunya sebagai jawaban. Hingga ku bulatkan tekat tuk mengikuti seminar ini dengan niat akhir adalah kelas menulis yang ditawarkan.

Ternyata pada hari seminar, aku tak bisa hadir....kacau pikirku, namun panitia yang baik hati bilang, "Walau ngak bisa ikut seminar, kelas menulis'a tetap bisa ikut kok. kwitansi'a masih ada kan?"

Kalau jodoh tak kan kemana, ternyata pribahasa ini benar adanya. Jadilah saya murid kelas menulis. Saat ada tugas membuat cerpen, aku bingung, tak sempat pun menulis, kuambillah tulisan tragedi kopi yang ada di blog ini. Sial'a, cerpen ini kena giliran dibedah. Saat di bedah muncullah berbagai koreksi dan pembantaian, akhir'a sang guru menugaskan merevisi cerpen itu karena kesalahan fatal n amat banyak. Jadilah cerpen itu menjadi seperti ini:

TRAGEDI KOPI

Di suatu pagi yang awalnya terasa aneh.

“Dek Reduk!” Panggil mamak.

“Ya Mak,” sahutnya berlari kecil menghampiri mamak.

”Gulanya nggak ada lagi ya?”

”Ah yang betol?”

”Iya, sesendok pun nggak ada. Pergi beli ke pasar Duk ya!”

”Belinya sebentar lagi boleh? Sekalian Reduk ke kampus aja ya Mak, sekarang Reduk siap-siap.” Jawabnya sambil berlari menuju jemuran untuk mengambil handuk.

”Boleh juga lah, tapi jangan lama-lama ya! Ini mau buat kopi untuk ayah.”

”Oke! Bilang sama ayah sabar sebentar, sarapan aja dulu, kopinya belakangan.”

Reduk Fahlia namanya, anak yang periang dan ceroboh yang sudah pada tingkat kronis. Reduk, nama yang aneh, begitu selalu pikirnya. Tak henti-henti ia protes pada orang tuanya akan namanya yang selalu menjadi bahan olokan teman sebayanya dari ia taman kanak-kanak hingga sekarang. Ia mahasiswi di salah satu universitas negeri di Banda Aceh. Ia mengambil jurusan psikologi. Ibunya selalu khawatir, entah bagaimana ia bisa menjadi psikolog nantinya, semoga tidak menyusahkan pasiennya, begitu selalu harapan ibunya.

Sementara Reduk bersiap-siap, di saat yang sama teronggok sekantong plastik berisi kopi yang telah berumur berminggu-minggu dan ditinggal pergi oleh sang pembeli tanpa belas kasih.

Setelah selesai bersiap-siap, ia pamit pada ibu dan bergegas mengeluarkanb yotsubamio, Yotsuba adalah tokoh komik favoritnya, sehingga seluruh benda dinamai yotsuba. Reduk baru dua bulan yang lalu dapat mengendarai sepeda motor dan mengeluarkan yotsubamio dari tempat parkir rumahnya yang berbatu serta penuh gundukan tanah bukanlah hal ya mudah.setelah dorong ke depan, ke belakang, ke kiri, ke kanan, tiba-tiba...

“Thuuuoob ploush...” bungkusan kopi berumur berminggu-minggu terinjak oleh Reduk.

“Tidaaak... apa ini!” Reduk berteriak dengan panik.

Ayah yang tadinya kalem-kalem saja mendengar percakapan ibu dan anak yang aneh itu angkat bicara.

”Kenapa Dek Duk?” Tanya ayah dari kejauhan.

”bau apa ini? Basah, lengket, ihh... siapa yang ninggalin kopi basi di sini? Bau mati!” omelnya tanpa sadar akan pertanyaan ayah.

”Alahai Dek Duk,“ ayah tak tau berkata apa lagi, Reduk sibuk dengan kopinya.

Reduk berlari-lari sambil mengendus dimana saja bersarangnya bom bangkai tersebut. Reduk kembali ke kamar dan mengganti pakaiannya. Sambil bersungut-sungut, ia mengambil air dan mencipratkan pada sisa-sisa bom bangkai yang mengenai yotsubamio.

”Masih bau nggak ya?” Gumam Reduk sambil mengendus si mio.

“Ka bereh!”*

“Mak! Dek Duk pergi dulu ya...”

“Jangan lupa gulanya!’

“Dua kilo kan?”

“Iya, jangan lama-lama! Ayah udah saatnya minum kopi.”

”Beres!”

Berangkatlah ia dengan si mio yang agak-agak basah.

Bruuum... Nyiiiit... sampailah ia di pasar.

“Bang, gulanya dua kilo.”

“Nih Dek, yang lain?”

“Itu aja Bang, nih uangnya.”

”Nih kembaliannya.”

Bruuum... Nyiiiiit... sampai di rumah.

”Mak! Ini gulanya.”

”Makasih ya, tapi ayah jadi telat deh minum kopinya.”

”Ya ampun, memang ada jadwalnya Mak? Hahahaha... Pergi ya! Sa... Kom,” ucapan salam yang tak pernah betul dan lengkap terdengar karena diucapakan sambil berlari.

”Ck...ck...ck... Dasar anak zaman sekarang!”

”Telat dah,” gumam Reduk sambil menaiki mionya.

Bruuum... Nyiiit... sampai di kampus.

”Pagi Kak! Tenang... acaranya belum mulai.” Si Umi, adek letingnya, menyapa dengan sumringah.

”Yaelah...padahal udah ngebut tadi. Huff!”

”Kenapa kok capek kali keliatannya?”

”Bla...bla...bla...” Berulanglah tragedi kopi dalam kata.

”Hahaha...” Tawa Umi membahana ke seluruh penjuru ruangan yang tak seberapa luas dan sepi itu.

Reduk pun ikut tertawa, namun tiba-tiba terlintas dalam pikirannya kenapa semua hal di pagi ini berhubungan dengan kopi.

”Dasar! Kenapa dengan kopi pagi ini.” Ia berkata sewot.

Umi tertawa makin kencang melihat Reduk yang tak henti-hentinya mengomel sambil memonyongkan mulutnya.



* sudah beres/ ok dalam bahasa aceh.


Banyak revisi yang terjadi, karena kok setelah direvisi jadi gimana gitu...jadilah pemeran utamanya saya ganti namanya. walau saya adalah fans no 1 nama sendiri, namun kali ini kegilaan itu harus di hide kan.

Selamat anda telah membaca tulisan ini!!.


Arigatou.. Visit Again Yaa... ~