Showing posts with label Kisahku. Show all posts
Showing posts with label Kisahku. Show all posts

Saturday, October 17, 2015

Dua Wisuda......^o^

Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan.

Akhirnyaaaa......Tadaa......Saya telah diwisuda dari kedua Universitas tempat saya menimba ilmu.
This is a very late post actually. Hahaha. Maafkan.

Post ini sebenarnya sudah saya janjikan di post sebelumnya, tapi ternyata yang men-trigger post ini muncul hari ini.

Tadi pagi, sepulang dari sekolah (aktivitas saya sekarang berkaitan dengan sekolah) saya harus pergi ke suatu tempat yang dekat dengan pasar. Saya memarkirkan kendaraan saya, kemudian menyelesaikan kepentingan saya. Setelah selesai saya kembali ke parkiran dan hendak pulang. Tiba-tiba, bapak parkir yang membantu saya mengeluarkan motor saya menyapa dan akhirnya memberi nasihat singkat sambil tersenyum ramah.

"Kuliah yang rajin dan bagus ya nak, kasihan orang tua dirumah".

Bagi saya ini nasihat paling luar biasa, saya iyakan perkataan si Bapak dan membalas senyuman ramahnya, berterima kasih, kemudian melanjutkan perjalanan saya.
Hari ini, seperti hari-hari biasanya saya kesekolah, saya mengenakan ransel dan baju batik. Si Bapak mungkin mengira saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas di daerah itu. Memang keperluan saya saat itu adalah mengambil gambar sebuah bangunan di dekat tempat parkir tersebut. Mungkin si Bapak memperhatikan apa yang saya lakukan. 

Kemudian, diperjalanan saya sadar, saya sudah bukan mahasiswa lagi, Alhamdulillah, saya sudah tamat. Dan saya berharap kelulusan saya bisa menjadi salah satu hadiah bagi kedua orang tua saya.

Saya menyelesaikan kuliah saya di Jurusan Psikologi Universitas Syiah Kuala dan diwisuda pada bulan February 2015, dan beberapa bulan kemudian, tepatnya Agustus 2015, saya menyelesaikan kuliah saya di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Ar Raniry. Alhamdulillah.

Menyelesaikan sekolah atau perkuliahan saya akui jauh sangat lebih berat dibandingkan proses masuk dan kuliah itu sendiri. Namun, hanya dengan izin Allah lah saya akhirnya selesai juga. Tak lepas semangat, bantuan, dukungan dan do'a dari orang tua dan keluarga yang tiada putus, teman-teman, sahabat, para dosen yang mungkin sudah bosan melihat muka saya yang wara wiri terus di kampus sampai 7 tahun, Hahahahha.

Ya, saya berkuliah di dua tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, salah satu dapat saya selesaikan dalam waktu 5 tahun dan yang satunya lagi 7 tahun. jelas bukan waktu yang singkat, tapi sangat berarti bagi saya. jalan anjang yang mengubah banyak hal dari saya yang dulu menjadi saya yang sekarang. Terima Kasih.

Kalau ditanya bagaimana bisa akhirnya menyelesaikan keduanya, maka jawaban saya adalah: Rasa tanggung jawab pada orang tua. Ada tanggung jawab besar untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai.

teman teman di psikologi pernah bilang, "kalau lagi skripsi di psikologi ini, ngak sah kalau belom pernah nangis". memang proses skripsi di jurusan satu ini terkenal sulitnya, saat itu saya cuma bisa nyengir, belom kena masa-masa dimana saya harus nangis. Saat itu saya sedang penelitian. Hingga akhirnya datang juga hari itu. Ya, hari saya menangis karena skripsi akhirnya tiba. Tepat satu hari sebelum saya sidang. Saya saat itu sedang KKN (salah satu mata kuliah pengabdian masyarakat di jurusan bahasa Inggris) di Montasik, salah satu daerah di Aceh Besar, kira-kira 45 menit perjalanan dari Banda Aceh. Sehari sebelum sidang, saya di Montasik, ada sebuah acara yang harus diselesaikan, baru selesai jam 6 sore, selesai beres-beres, saya izin kepada Pak Keuchik untuk kembali ke Banda Aceh, karena besok pagi-pagi jam 8 saya sidang skripsi di Psikologi. 

Sore itu mendung, gerimis dan kelabu, dengan sedikit khawatir, akhirnya istri pak Keuchik melepaskan kepergian saya dengan do'a agar saya selamat hingga sampai dirumah. Dalam perjalanan panjang mengendarai motor yang hujan itu, pemandangan senja begitu indah, tiba-tiba air mata saya mengucur deras, rasa syukur, lega dan lelah berkumpul jadi bulir-bulir air mata yang seolah tak mau berhenti. Sepanjang perjalanan 45 menit saya benar-benar dikucur air mata. beberapa flashback yang mulai muncul saya tepis kuat-kuat, karena amat berbahaya, malam mulai datang, perjalanan hujan, jalanan yang licin, bisa-bisa cerita hidup saya berakhir di jalan ini. Saat itu terbersit sebuah keikhlasan dan kelegaan, kalaupun saya meninggal saat ini, maka saya mohon ampun atas dosa-dosa saya pada Allah, dan berharap orang-orang yang pernah saya sakiti memaafkan saya. Benar-benar 45 menit yang panjang. Banyak sekali hal yang benar-benar berkesan dari tiap perjalanan Montasik-Banda Aceh ini. Teringat perkataan teman-teman dan adik leting yang saat itu bersama-sama menyelesaikan skripsi, "Kak Juza enak kali dia, lancar, mulus aja jalannya, seminggu lagi mau sidang, masi senyum-senyum datang ke kampus, dosennya enak, kami mau juga kayak kak Juza, tukaran kita yok!". Saat itu saya hanya bisa senyum-senyum sambil mensehati, "Semuanya punya susahnya masing-masing, tergantung kita lihatnya, kalau kita lihat bagian yang baiknya, kita pasti banyak bersyukur". Dan tiba-tiba di perjalanan malam itu, kesulitan-kesulitan yang saya hadapi berkumpul dalam sebuah tangisan panjang. Sebuah kelegaan telah melalui semuanya yang akhirnya saya sekarang dalam perjalanan menuju gerbang keluar perjalanan panjang saya. Sidang Skripsi. Kalau melewati jalan itu kembali, saya suka mellow, hihihihi.

Apakah saya pernah menyerah, tentu saja pernah, saat menyelesaikan skripsi dan mengupayakan segala syarat kelulusan di jurusan bahasa Inggris. Saya benar-benar menyerah, mengiklaskan semuanya, tanpa perlu ijazah, saya merasa ilmu yang saya dapat sudah lebih dari cukup. Kemudian orang tua saya menolak, saya harus menyelesaikannya, "coba semampunya, hingga hari terakhir batas perkuliahan (di hari terakhir semester 14). Jika akhirnya tidak selesai, ya apa boleh buat". begitu pesan orang tua saya, saat saya mengutarakan niat saya untuk mengiklaskan ijazah saya, 3 bulan sebelum semester 14 berakhir. Saat itu saya sedang mengerjakan skripsi, namun jiwa saya telah menyerah. Semua dosen, teman, sahabat, keluarga dan orang-orang yang saya kenal, seolah serempak berpaduan suara, menyanyikan lagu yang judulnya "Sedikit lagi Juza, jangan nyerah". Itu-itu terus sampai saya benar-benar mampu mengembalikan jiwa optimis saya saat menyelesaikan bab-bab terakhir skripsi saya.

Jika sekarang ditanya, setelah semuanya selesai, apakah kuliah itu menyenangkan? maka saya akan menjawab iya, sangat menyenangkan. Bagi saya, belajar merupakan hal yang paling meyenangkan. mulai dari masuk kuliah, belajar menyesuaikan diri, proses perkuliahan, ujian, lari sana sini karena harus mengejar mata kuliah di dua tempat, dll. Semuanya menyenangkan. hanya ada dua hal yang tidak meyenangkan dari perkuliahan Tugas dan Skripsi. Tidak menyenangkan, stress berat, tapi amat santa banyak hikmahnya, pelajarannya, dan menjadi bekal yang luar biasa saat ini. Jadi tidak akan rugi, walau mau tidak mau harus dilalui. hehehe

*Maaf ya, ceritanya loncat sana sini, pikiran sedang harus bercabang, hanya ingin menyampaikan kabar bahagia dan terima kasih yang terlambatnya ngak ketulungan. Hihihihi. 
Maaf belepotan, sedang malas edit, nanti-nanti dibaca ulang dan diedit ya. hahaha


*Salam Wisuda....O_~

Wednesday, April 1, 2015

Far Away ~ Simon Adams

Beberapa waktu lalu, Line menshare sebuah id baru, yaitu Line Story. Jadilah saya Add id baru tersebut. Ternyata setelah di Add ada abang ganteng Nicholas Saputra dan kakak cantik Mariana Renata yang main drama mini line singkat. Jadi tiap hari kamis kita dikirimkan link video youtube mini drama ini. Daaaan.......suatu hari OST pertamanya muncul, judulnya Far Away penyanyinya Simon Adams. I love this song. Lagunya enak didengar dan setelah ngeh dengan liriknya dan ngeliat videonya yang berlatar Paris jadi teringat seseorang ding. Hahaha, you know who you are aja lah ya. Hohohoho.

Here we go.....langsung aja menuju video lagu yang keren itu ya. ^0^




Selamat menikmati....


*Salam Abang Nic.... #Eh

Sunday, March 29, 2015

Ini Dan Itu Maka.....

Ini dan itu maka Wawawa......Hahahaha

Wawawa moment adalah momen dimana saat saya sedang membaca sebuah tulisan, lalu kemudian secara tiba-tiba ilmu discourse analysis dan ilmu psychology keluar barengan, hasilnya adalah pura-pura gila aja. Hahahaha. A simple post that should make me smile brightly turn into a complicated writing. Tulisan ini malah membuat saya jadi tertawa terbahak dan berkerut-kerut kening tidak karuan. Hingga akhirnya saya memutuskan "Wawawa" alias pura-pura gila dan ngak paham untuk bisa tersenyum panjang kalau ingat post yang satu itu.

Gara-gara kejadian kali ini, saya jadi teringat petuah dosen penguji sidang skripsi saya. Tepat setelah selesai sidang skripsi, si ibu bilang pada saya, "Juza, setelah ini rencananya apa?" Saya menjawab beberapa hal yang ada dalam pikiran saya, tentunya tentang rencana masa depan saya. Kemudian si Ibu mengeluarkan pernyataan yang membuat saya dan teman-teman yang menunggu saya di luar ruangan sidang terkejut. "Anak Psikologi bagusnya menikah sebelum mengambil S2", begitu kata si Ibu, Kami kontan bertanya, lho, kenapa? Ibu penguji saya menjelaskan karena kalau sudah S2, tambah banyak ilmu psikologinya, semakin banyak juga hal yang nantinya jadi pertimbangan. Karena keliatan calonnya begini dan begitu. Sontak kami ber Oo ria dan tertawa bersama-sama.

Benar saja, kalau sekarang baru S1 Psikologi, ditambah ilmu discouse dari perkuliahan saya di Bahasa Inggris bisa membuat hal sepele seperti membaca aja jadi complicated, belum lagi hal-hal lainnya. Well, tapi apapun itu, kembali lagi ke diri masing-masing. Semoga saya dijauhkan dari sikap-sikap menghakimi, sok tau dan sok paham yang biasanya kerap menyerang para individu yang berkecimpung di dunia Psikologi. Amiiin XD

*Salam Psikoogi.....^-^

Saturday, February 28, 2015

Menunggu = Gosong Lagi dan Lagi

Assalamu'alaikum......Smoga kita semua diberi kesehatan untuk tetap dapat beraktivitas dan beribadah kepada Allah. Amiiin.

"AAAAggghhhh......HAhahhahaha....."

Kira-kira beginilah jerit saya yang diikuti tawa yang ditujukan pada diri sendiri. Kemarin saya telah membuat sebuah masakan yang sengaja dimasak menjadi gosong. Dan saya amat merasa bersalah.

Adalah beberapa hari yang lalu saya bilang kepada mamak saya, bahwa saya pingin makan "sie reboh". Makanan ini adalah makanan khas Aceh Besar yang tidak pernah dimasak di dalam keluarga kami yang Aceh Pidie. Sayalah orang pertama yang memasak makanan ini setelah jatuh hati akibat mencicipinya di rumah teman. Jadi, jika ada daging di hari meugang atau lebaran, mamak saya akan menyisihkan sejumlah daging untuk saya masak sie reboh. Tidak banyak, karena yang makan cuma saya seorang, yang lain tidak doyan karena saya buatnya versi ektra pedas. Hahahha.

Setelah saya bilang saya pingin sie reboh, mamak saya membelikan daging untuk saya masak, setelah dimasak, masakan ini harus sering-sering dipanaskan beberapa hari, baru rasanya benar-benar enak dan pas untuk dinikmati. Setelah beberapa hari saya memanaskannya, tapi karena tak sabar saya sudah menghabiskan setengahnya. Suatu hari, tepatnya kemarin, saya memanaskannya lagi, karena mengingat masi lama, maka saya menyambi melakukan hal lain. Daaaan, terjadilah peristiwa gosong yang parah, karena saya Lupaaa!!!
Satu rumah berubah bau gosong, Daging sie reboh bagian atas yang masih bisa diselamatkan saya sisihkan, dan yang gosong terpaksa saya masukkan tong sampah. Hikss. Saya merasa amat bersalah, makanan yang dagingnya mahal, sengaja dibelikan karena saya pingin, sengaja saya masak dan bersabar berhari-hari (walau udah habis setengah) akhirnya harus berakhir di tong sampah. Masih banyak orang yang kelaparan di luar sana. Astagfirullah.....Hiksss.....T.T 

Sebenarnya, dalam persoalan masak memasak dan memanaskan makanan, mamak saya selalu berpesan jangan ditinggal. Karena trek record saya yang amat sering menggosongkan makanan membuat saya masuk black list mamak saya. Hahahaha.



Saya selalu sebisa mungkin untuk tidak meninggalkan, tapi kalau lama sekali harus menunggu saya biasanya akan sambil melakukan sesuatu. Jika sudah begini, maka dimulailah mala petaka. Ayah saya lebih khawatir kepada masalah bahayanya masakan gosong karena dapat terjadi kebakaran. Hiks

Beginilah saya, susah sekali disuruh menunggu, saya terlalu asik dengan banyak hal selagi menunggu, hingga akhirnya lupa apa yang sedang ditunggu. Suatu hari karena tidak ingin membuat makanan rugi, akhirnya saya membuat alarm, agar setiap 5 menit saya mengecek masakan yang sedang saya tunggu. Hahhaha. Seharusnya saya selalu melakukan ini ya. Yosh Baiklaaaah.

Di lain waktu, saat menunggu teman yang sangking lamanya datang, saya menyambil dengan pergi ke tempat lain daripada menunggu tanpa bisa berbuat apa-apa, sangking asik sendiri melakukan hal lain, akhirnya saya malah tidak menunggu, saya lupa. Begitu sadar, saya merasa bersalah dan langsung mengabari si kawan, bahwa saya sambil menunggu lupa dan sedang di tempat lain mengerjakan sesuatu. Si kawan malah santai bilang, dia masih di rumah. Oalaaah.

Menunggu mungkin merupakan hal yang membosankan, tapi jika menunggu itu diisi dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat insyaAllah tidak akan bosan. Begitu keyakinan saya. Hal ini berlaku untuk banyak hal, kecuali masak memasak yang menunggu merupakan proses yang harus dilewati dengan sabar tanpa boleh lengah. Hahahahha.

Saya sedikit terpukul dengan peristiwa gosong kali ini, semoga bisa menjadi pelajaran buat saya dan membuat saya lebih sabar menunggu. Amiiin

*Salam Gosong.....-_-"



Photo: zazzle.de and CartoonStock.com

Thursday, February 26, 2015

Queen Cafe = Queen Service

Assalamu'alaikum pembaca meutuah**

Setelah sekian lama tidak menulis di blog ini, lebih dari satu semester, huhuhu.
Tapi saya kembali menulis dengan kabar gembiraaaa. Saya sudah wisuda, Alhamdulillah. Sah nambah 3 huruf satu titik dan satu koma di belakang nama, Yuhuuuy!!
By the way, nanti deh kapan-kapan saya nulis tentang hari bahagia itu, kali ini saya akan bercerita tentang hari bahagia lainnya.

Kemarin itu saya dan beberapa temen yang sedang semangat belajar bareng, kita belajar TOEFL untuk nambah-nambah dijid di angka yg tertera di sertifikat PBT nantinya. Nah, saya yang men-skip makan siang karena harus membereskan sesuatu, mulai lapaaaar setengah mati. Setelah buru-buru dari kampus kemudian belajar bareng, saya benar-benar keroncongan. Terus temen yang baik hatinya, nanyain apa mau ditemenin makan? Saya pun dengan senang hati mengiyakan. Saya dan teman saya ini, Lia, memang sering hunting tempat dan makanan enak bareng. Jadilah Lia menawarkan opsi-opsi tempat makan yang belum pernah kita coba. Alhasil, pergilah kami ke jalan Batoh Baru yang disitu dibuka sebuah cafe baru. Nama tempatnya Queen Cafe, dari luar tempatnya cantik, minimalis, romantis dan sepiiiiii banget. Kita mulai bingung ini tempat buka atau ngak sih. Akhirnya kita memutuskan masuk ke toko sebelah yang begitu menggoda, Informa!! you know lah ya, kalau udah masuk sini, air liuuur mulai menganak sungai, mupeeeeng, Uhuk *keselek liur (Maap ya jorok..:p)

Setelah mengelilingi informa yang terdiri dari 3 lantai dari 5 pintu toko, kebayang ya mutar-mutarnya, kita akhirnya masuk ke Queen Cafe, dari pertama masuk, pelayannya udah nyamperin kita dan bukain pintu masuk. Karena kosoooong melompong, kita milih meja suka-suka hati, akhirnya kita duduk dekat pintu kaca biar terang. Pelayannya ngantarin menu, setelah nanya-nanya dan pilih-pilih akhirnya kita pesan Beef Lasagna dan Cheese Cake plus Cappucino dingin.

Sambil nunggu makanan, kita ditemani dengan lagu-lagu asik yang rata-rata favorit saya, kita berdua ngobrol dan poto-poto. Table set yang udah tersedia itu cantik dan rapi, serba putih. terus pelayannya mindahin set makanan yang ngak kepake buat nantinya diletakkan makanan kita.

Saat makanan datang, kita bahagia banget, lapar soalnya. Tapi lapar tidak menghalangi saya yang hobi poto makanan, selesai poto-poto kita mulai nyicip. Makanannya enaaak. Dengan harga yang ditawarkan, porsi yang ada itu cukup besar dan mengenyangkan. Beef Lasagnanya berasa home made banget, ngak banyak penyedap dan bumbu instant cuma minus mozarela aja. Cheese cakenya itu yang paling oke yang pernah saya makan. Bayangin aja, saya yang ngak suka keju tapi suka dengan cheese cakenya. Wew.



Karena kami berdua satu-satunya custumer disitu, dari mulai kami duduk hingga mau magrib kami pulang, jadi berasa bingung ini makan siang atau super sweet date berdua sih.  Hahaha. Karena udah kayak specially booked satu tempat gitu, terus pelayannya sigap banget. Saat matahari menyerang tepat duduk kita, terus langsung aja pelayannya menawarkan pintunya ditutup setengah biar ngak panas, terus saat kita selesai, pelayannya juga sigap banget mindahin piring, sedok dan gelas biar kita berdua nyaman ngobrol di situ lama-lama tanpa gangguan piring kotor. Saat saya hendak minta saos tambahan, baru noleh aja, pelayannya udah nyadar kalau kita butuh sesuatu dan nyamperin kita dengan sopan nanyain kita minta apa. Waaah, pokoknya feel like a queen banget berada di Queen Cafe.

Saya pribadi sih senang-senang aja, cafe itu tetep sepi biar kita bisa ngedate sering-sering, cuma ya kasian juga, tempatnya dan makannya enak plus pelayanannya bagus gitu sepi pengunjung. Hehehe.

Jadi Queen Cafe, bisa jadi salah satu alternatif tempat makan yang asik.

*Salam Makan ^_~



**Meutuah = Baik budi (Bahasa Aceh)

Wednesday, July 9, 2014

Cintaku Pada Skripsi Berat di Ongkos

Assalamu'alaikum.......
Selamat menjalankan Ibadah Puasa Bagi Umat Muslim Seluruh Dunia....^_^

Adalah beberapa malam yang lalu menjadi malam yang penuh berkah. Taraweh mulai mewarnai kesibukan malam semua umat muslim.

Kalau bagi saya pribadi, awal puasa saya usahakan taraweh di musalla komplek. Tengah puasa biasa diisi di luar karena agenda buka bersama, dan sepuluh terakhir diagendakan di mesjid Oman yang dirindukan. Taraweh di musalla dekat rumah merupakan salah satu ajang silaturrahim luar biasa dengan para tetangga dan teman-teman masa kecil yang terpisah oleh kesibukan, padahal rumah hanya berbatas beton. Agenda Buka bersama juga ajang silaturrahim dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa dan teman-teman sekarang bersama yang segera pulang kampung, mengukir kebersamaan di bulan suci. Sepuluh terakhir menjadi ajang berjumpa individu-individu baru yang menjadi penyemangat luar biasa.

Kemaren pas 10 pertama, teman saya nanya "Dek Lia gimana? Udah skripsi? Kapan sidang?"
Saya pun menjawab, "InsyaAllah segera, ini mau penelitian, nanti kami minta bantu ya, ehhehe"
"Lho, dek lia kok biasa aja ditanya skripsi, kalau orang lain marah dia"
"Hahaha, Sangking banyaknya yang tanya", Jawab saya sambil tertawa. (Padahal masa2 marah saya sudah berlalu)

Memang luar biasa, perjalanan skripsi di Psikologi itu sesuatu banget. Diakui, teruji dan terbukti.
Mulai dari prosesnya yang panjang, komplit dan detail hingga mengeuarkan banyak waktu, uang, kertas, tenaga, dan air mata. (Ngak lebay, beneran, tanya deh anak-anak Psikologi Unsyiah).

Ini saat-saat menggila saya yang daftar seminar dan teman saya yang daftar sidang

Kira-kira (hanya sebagai gambaran untuk yang berniat kuliah di Psikologi Unsyiah) begini tahapnya:

Tuesday, June 24, 2014

Patah Hati






Ternyata begini patah hati
Inginnya biasa saja, tapi tidak bisa 
Pertanyaanku adalah.... 
Mengapa harus mengucap selamat tinggal dengan cara yang begitu indah 
Hijau, warna yang begitu kucintai. 


*Salam Galau






Photo: supamadi.net

Monday, June 16, 2014

Pertemuan

Tanpa canggung
Jelas dan pasti
Tegas
Melambai tangan
Senyum merekah
Menanti untuk ku sambut

Refleks,
Senyumku merekah
Menyebut namamu tak bersuara
Dan membalas lambaianmu
Seperti terhipnotis
Sesuatu yang tak bisa terjelaskan

Bahagia saat berjumpa
Berbekas dalam setelah berpisah
Terkenang indah dalam ingatan

Mengenalmu
Kebaikan, keramahan dan kesederhanaanmu
Membuatku yakin
'Ya' jawabku
Untuk tanyamu yang belum terucap

Friday, June 13, 2014

Traveling dan Belajar

Assalamu'alaikum minna san.....^_^

Kali ini saya tertarik buat nulis sebuah post tentang traveling. Saya orang yang senang traveling, walau belum bisa dikatakan traveler, backpacker, dan sejenisnya. Soalnya jari tangan sebelah belum habis buat menghitung daerah atau negara yang saya kunjungi. Apapun itu, saya cinta traveling.

Salah satu daerah yang sangat ingin saya kunjungi di Aceh adalah Takengon.
Salah dua daerah yang sangat ingin saya kunjungi di Indonesia adalah Bali dan Papua.
Salah satu negara yang sangat ingin saya kunjungi di Dunia adalah Jepang.
Kalau Mekkah dan Madinah, itu destinasi wajib yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang.

Tentu anda punya list masing-masing untuk yang namanya tempat yang ingin dikunjungi. Mari ngelist!!

Dari pengalaman sekuprit mengunjungi tempat-tempat yang cukup dihitung dengan jari sebelah tangan, saya belajar satu hal. Tujuan dari traveling adalah menjadi bijaksana. Belajar sebanyak-banyaknya dari tempat yang saya kunjungi, sekecil dan sebesar apapun itu. Seperti mengecek prakiraan cuaca sebelum bepergian, sehingga dapat menyesuaikan jenis pakaian yang cocok, jumlah air yang dibawa, perlengkapan hujan, seperti payung, dkk, dan hal-hal lainnya. Terkait cuaca ini, saya belajar satu hal, orang-orang di luar tempat saya tinggal, tidak segan-segan menenteng payung, jas hujan atau pun botol minum kemana-mana. Hal ini sangat biasa terlihat dimana-mana, baik di Malaysia maupun di Korea.

Saat berada di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu, saya ingat teman saya menjadi sering menggunakan headset agar terlihat sama keren dengan penduduk KL. Sedangkan di Korea, telah ada himbauan atau aturan untuk menggunakan headset di tempat umum agar tidak mengganggu orang lain. Jadilah anda akan melihat orang menggunakan headset dimana-mana terutama di ruang-ruang publik. Bukan hanya sekedar ingin terlihat keren, ternyata memang ada manfaatnya. Kalau di KL, saya kurang tahu apakah sama himbauannya atau tidak, tapi kebanyakan penduduknya juga menggunakan headset saat berada di ruang publik. Jadi, sebelum meniru-niru ada baiknya sekalian tahu manfaatnya apa.

Ngomong-ngomong masalah keren, saat di monorel atau subway, orang-orang banyak yang sibuk dengan HP nya, tentunya HP nya kebanyakan berteknologi canggih dan keluaran terbaru yang bikin ngiler. Didukung cowok-cewek korea yang cakep-cakep. Sempurnalah sudah menjadi sumber keirian. Tapi satu hal yang membuat saya takjub adalah, setelah tampil keren setengah mati begitu, mereka tetap dengan santai menenteng payung atau botol minum. Kalau dari hasil wawancara singkat saya dengan beberapa teman di Banda Aceh, mereka malu dan ribet bawa-bawa payung, menggunakan mantel hujan dan nentengin botol minum. Saya tidak habis pikir, kenapa musti malu ya? Any idea? Apakah harus rela basah demi malu menggunakan payung dan mantel? Kalau yang basah cuma pakaian, ya mungkin masih oke, tapi kalau yang basah itu buku, laptop, HP, dll? Apa kabar jadinya? Lalu apakah lebih baik haus atau beli minuman padahal bisa bawa minum sendiri? Saya saja yang sudah bawa minum harus beli minum lagi karena kurang. Hehehe *ukuran botol saya sepertinya harus diupgrade.

Di lain waktu, seorang ibu Jepang yang tinggal di Banda Aceh, di siang terik yang membahana, dengan santai menggunakan payung menjemput anaknya pulang dari TK yang hanya 200 meter dari rumahnya. Jadi, kenapa musti berpanas-panas ria jika bisa menggunakan payung atau membawa kipas?
Dengan berpanas-panas ria, malah ujung-ujungnya kita ngomel panas lah, marah-marah, malas keluar rumah, dll. Jadi tidak bersyukur akan nikmat matahari yang diberikan Allah. *Saya teringat dinginnya udara Seoul di suatu malam yang mematikan, dan baru sadar bahwa nikmat panas matahari di Banda Aceh begitu berharga.

Memang sesuatu baru terasa berharga saat tiada. Jadi,  apa yang ada di depan mata harus disyukuri dengan cara yang cerdas bukan? Mengapa harus malu? Mari bersyukur...^_^


*Salam payung, mantel dan botol minum.... ;D

Thursday, March 13, 2014

Rumah Baru (Dibersihkan) :P

Assalamu'alaikum.....^-^

Selamat dataaang di rumah YotsubaWannabe yang Baru (Dibersihkan)....:D

Jika anda melihat beberapa perubahan selama berkunjung sebelumnya, itu berarti mata anda belum rabun, anda tidak berhalusinasi dan tidak dalam keadaan bermimpi. Memang Blog sederhana ini dalam masa berbenah. Alhamdulillah sudah rampung dibuat baru (dibersihkan). *Kalau yang punya rumah tidak tiba-tiba berubah pikiran. Hehehe.

Dalam proses perubahannya, saya belajar sesuatu: 

"Apa yang saya suka belum tentu baik, indah dan bagus bagi rumah saya, mata saya dan mata pengunjung!"

Kenapa begitu? 

Karena awalnya saya ingin serba hijau (berhubung saya suka Hijau). Tapi kok jadi tidak indah di pandang mata. Kemudian saat mengecat, saya sadar saya juga suka warna Merah dan Kuning. Voila, ternyata bagus dipadankan dengan hijau. *Senaaang.

Kedua, Saya ingin serba clover atau yotsuba. Tapi ternyata background clover yang ada terlalu gelap. Saya gantilah menjadi putih polos. Gambar headernya juga saya ganti dengan gambar menara mesjid raya Baiturrahman Banda Aceh yang diambil dari taman balok warna di dekat Taman Sari. Jadilah sedikit colourfull.



Ketiga, badan post dan pinggirnya menjadi lebaaaar. Ini agar yang melihat tidak sumpek. Dulunya sih saya maksa kecil biar kelihatan background clovernya. Tenyata, meukeralep (baca: bersarang kecoa) otak saya melihatnya.

Terakhir, ide mengubah rumah ini datang dari perjalanan saya menjelajah blog orang lain yang isinya plong, cantik, simple dan takjub saat pertama melihatnya, sembuh sakit kepala. Maka dari itu, saya pikir mungkin akan lebih baik jika saya bersihkan sedikit rumah saya agar tidak bersemak belukar. Hehehe.

Memang ternyata, semua warna itu indah. Semua bentuk itu indah. Hanya saja, perlu dilihat dan ditimbang komposisinya. Kira-kira posisinya dimana, bentuknya seperti apa, ukurannya sebesar mana, dan kegunaannya untuk apa, semua perlu menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak serta merta mengatakan "tidak" pada hal baru, mungkin itu lebih baik, lebih menarik, dan lebih oke. So, mari lihat apa-apa yang bisa dibersihkan dan diganti....:D 



*Salam upik abu.


Wednesday, February 26, 2014

Chef Gagal.... :P

Assalamu'alaikum..... Untuk para Ibu atau siapapun di dunia ini yang sedang mengerjakan tugas domestiknya, Saya do'akan dimudahkan, diberi kesabaran dan diberi kebahagiaan tak terbatas! Amiiiin

Do'a ini dilatarbelakangi oleh kejadian tadi pagi:

Pagi ini mamak saya menelfon. Menanyakan saya dimana. Kemudian menyuruh saya segera pulang. Sekaligus menitahkan saya untuk memasak. Ya! Memasak!! Pasalnya, mamak saya sedang pergi ke dokter mengantarkan nenek saya yang sakit. Ternyata antriannya ramai sekali, sehingga tidak akan sempat memasak untuk makan siang. 


Awalnya hanya dititahkan memasak nasi. Bukan perkara sulit, pikir saya, kan ada magic jar!  Hahaha. Tapi ternyata mamak saya dengan suara meyakinkan menyuruh saya memasak kuah tumis ikan. Saya awalnya santai, sambil bertanya, bumbunya udah ada kan? Tinggal masak saja kan? Ternyata jawabannya belum ada dan saya harus meraciknya sendiri. Apaaaa??? "Kalau rasanya entah kayak apa, terima aja ya?" balas saya. Kemudian tidak hanya itu, mamak saya juga titip agar ikannya juga di goreng beberapa ekor. Telepon pun putus, pulsa saya habis!!

Saturday, February 22, 2014

Misspelling? Dyslexic?


Well, this is what happens to me. I usually do it. Misspelling!!

Dari dulu saya memang punya masalah dengan membaca. Saya pernah dapat nilai merah dalam pelajaran Bahasa Indonesia karena baru kelas 2 (dua) MIN bisa membaca. Itu pun masih tebata-bata. It can’t be helped. So, gurunya mau ngak mau taro saya nilai merah. Saya amnesia bagaimana nilai pelajaran lain ngak merah soalnya saya nilai Bahasa Indonesianya merah karena ngak bisa membaca. Seingat saya, saya bisa mengeja, jadi waktu pelajaran lain yang ada membacanya saya mengeja sekuat tenaga dan sekencang mungkin. Dalam hati I scanned it and understood. Tapi jika disuruh membaca then they would know I can’t do it properly. Saya sadar dari dulu kekurangan saya ini dan try to manage. 

Sekarang setelah kuliah di psikologi saya tau saya ternyata punya masalah dalam membaca dan mengeja, tidak sampai dyslexia sih, hanya lambat saja, kata dosen saya. Saya tau si dosen meringankan diagnosis saya. Well, she can’t belief it. I know from the way she reacted when I said my childhood problem. Well, saat itu mata kuliah kesukaran belajar. Jadi dosennya tanya untuk contoh dan some students told their own problem include me. It looked like I had the worst problem in that class. Maybe she just don't want everyone know it because it is not that bad anymore. Dari banyak membaca saya tau saya punya banyak sekali checklist (klik for the checklist) yes untuk simtomnya. I can’t say I am not a dyslexic one. I deal with it and somehow managed it until now. That is how I can sit in college now bay the way. Hahahha. Untuk Bahasa Indonesia saya banyak banget peningkatan. Paling hanya masalah ‘d’, ‘b’, ‘p’, ‘t’, ‘f’, ‘v’ yang masi jadi masalah sampai sekarang.

Monday, January 27, 2014

Enak = "Enak" ?

Assalamu'alaikum....niatnya mau buat status facebook, tapi kok ya kepanjangan. Akhirnya di blog saja lah.

Ceritanya begini,
Awalnya sih cuma 1 orang, lama kelamaan kok ya jadi banyak yang nanya. 

Adk leting: Kakak ni wisata kuliner ya? Enak kali lah tiap hari wisata kuliner

Saya: Haaa? wisata kuliner? mana da! hahahha

Adk leting: Iyaaa, mana da ngak, itu makanan tiap hari di post.

Saya: Gini, sebenarnya ngak hanya kakak, semua orang termasuk adek biasanya makan 3 x sehari kan? Adek makannya 3 x ngak?

Adk leting: Iya 3 x

Saya: Nah, coba semua makanan yang adek makan difoto, minimal ada 3 foto dalam sehari. Sedangkan kakak, ngak setiap hari kakak post 1 foto. Jadi sejatinya masi banyak makanan yang ngak kakak post.

Adk leting: Iya juga ya. Tapi kakak enak makan enak terus.

Sunday, January 26, 2014

Undangan = Mendo'akan

Assalamu'alaikum......Semoga rahmat Allah selalu mengiringi kita semua dan diberi kemudahan akan segala hal yang kita kerjakan. Amiiiin.....XD
Lama tidak mengepost tulisan. Maaf ya.

Akhir-akhir ini saya mendapatkan banyak kabar bahagia dari sahabat, kenalan dan teman sejawat. Kabar bahagia itu berupa undangan pernikahan. Senang sekali rasanya. Turut berbahagia yang sedalam-dalamnya. Sampai-sampai saya sadar saya tersenyum tanpa henti saat menghadiri walimah atau pun akad pernikahan mereka. Yang berbeda dari biasanya adalah, frekuensinya, kalau biasanya hanya ada 1 atau paling banter 2, kali ini bisa 5 dalam 1 bulan. Ckckckc. Frekuensi bahagia semakin banyak.

Saat menghadiri acara-acara bahagia tersebut juga merupakan ajang bertemu dan berkumpul teman lama. Kenalan lama dan kenalan baru. Namanya sudah berkumpul pasti deh, ngobrol atau gosip!! Cckckkc. Sebagian masi sehat dan penuh humor, namun sebagian lainnya mulai arah-arah tidak menyenangkan. Biasanya yang paling menyenangkan itu mengetahui cerita bagaimana kisah mempelai hingga ke pelaminan. Sebagian biasa saja, sebagian luar biasa hingga sulit membedakan ini nyata atau drama, hihihihi. Biasa sih hanya cerita mereka kenalan dimana dan si mempelai laki-laki/ perempuan dari mana. Itu saja.


Tuesday, December 17, 2013

Belajar Dari Siapa Saja Part Ke Sekian

Assalamu'alaikum......semoga anda sehat wal 'afiat.

Kali ini saya ingin bercerita tentang salah satu pengalaman PPL yang sangat bebekas dan menyayat hati saya. (Dueile bahasanya, mulai lebay). Well, ini adalah sebuah pengalaman yang wajib saya bagi kepada teman-teman agar kita bisa sama-sama belajar dan introspeksi....:D

Bismillahirrahmanirrahim.....
Di pagi sabtu yang tidak cerah, dingin dan hampir turun hujan, saya sudah bersiap-siap mengeluarkan motor hendak ke sekolah. Jarak rumah saya sangat dekat dari sekolah, hanya memakan waktu 3 menit untuk sampai ke sekolah menggunakan motor. Sesampai di gerbang sekolah, masih di atas motor, tiba-tiba seorang anak setengah merajuk, kesal, dan menjerit ke arah saya. "Ibuuuuuk, ngak ada sekolah, kek mana ni?". Saya pun kontan berhenti dan bingung, "Hah?? maksudnya??"
Ternyata setelah meletakkan motor dan tanya sana sini, hari ini tidak ada sekolah untuk anak kelas 1 dan 2 karena anak kelas 3 try out UAN, sehingga semua kelas terpakai. Saya pun paham kini. 

Terlihatlah seorang murid yang tadi memberitahu saya dan seorang temannya yang bertubuh kecil berdiri di gerbang sekolah. Saya menanyakan apakah mereka juga tidak tahu seperti saya, bahwa hari ini tidak ada sekolah. mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu. Mereka meminta saya menghubungi orang tua mereka untuk di jemput, seorang yang meneriaki saya akan dijemput oleh ibunya. seorang lagi yang bertubuh kecil diminta ibunya pulang sendiri karena tidak ada kendaraan untuk menjemput. Setelah saya tanyakan rumahnya tidak jauh dari sekolah jika naik motor, namun jauh jika harus berjalan kaki. saya memutuskan untuk mengantar anak yang bertubuh kecil setelah menunggu yang satunya lagi di jemput. Si anak bertubuh kecil, sebut saja Kiki, menolak untuk diantarkan. namun saya berkeras, karena dia terlihat ragu apakah akan pulang jalan kaki, karena jika naik kendaraan umum, sangat tanggung, jarak sekolah hingga perhentian kendaraan umum cukup jauh dan hampir sama saja dengan berjalan kaki sedikit lagi hingga sampai ke rumah. Saya pun memaksanya agar mau di antar. Akhirnya dia bersedia. 

Bahasa Inggris??


Assalamu'alaikuuuuum....... :D

Glad to meet you again!!


Well,  ngomong-ngomong masalah Bahasa Inggris, dulu pelajaran yang paling tidak saya suka adalah bahasa Inggris. Karena saya tidak pandai dalam pelajaran yang satu ini. Nilai saya sering jelek. Sejak MIN kelas 6 kami mulai diajarkan English mulai dari alfabet dan angka. Saya termasuk yang lama sekali bisa. Masuk MTsN, di kelas 1 guru English saya adalah guru yang hobi bercerita, jadi kalau si ibu udah mulai cerita maka belajar pun cuma sedikit, dan sayapun senaaang....hahahha. karena dari itu saya jadi tidak kentara sekali begonya...wong belajarnya cuma 30 menitan, dikasi catatan abis deh 30 menit. Sisanya ceritaaaaa....:p
Saat ujian, mulailah kelihatan nilai bahasa inggris saya jeblok banget. Si ibu malah sengaja manggil saya dan menanyakan kenapa bisa jelek nilai ujiannya padahal sehari-hari lumayan. Well, saya cuma bisa nyengir sambil bilang bahwa ujiannya sulit bagi saya. Karena nilai pelajaran yang lain cukup baik saya pun masi dapat rangking yang lumayan.

Saat itu, orang tua saya memutuskan memasukkan anak-anaknya ke les bahasa Inggris karena ketidakbisaan orang tua akan bahasa inggris jangan sampai terulang  pada anaknya. Ayah dan ibu saya bukan tipe-tipe yang peduli sekali akan nilai. Jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan nilai sekolah.

Saat kelas 2 saya mulai sedikit bisa bahasa inggris akibat les. Saya mulai paham ternyata kelemahan saya adalah di writing (terutama spelling) dan speaking. Kalau urusan reading dan grammar saya mah tok cer setelah les. Akibat kelemahan spelling saya juga jadi terkendala di isian teks rumpang listening. Saya sering keliru menulisnya walau saya tahu kata yang diucapkan. Nilai bahasa inggris kelas 2 saya cuma cukup pas-pasan untuk berhasil naik kelas.

Kelas 3, saya mulai menyukai bahasa inggris. Gurunya menarik dan sangat aktif berbicara bahasa inggris. Dan hei! Ternyata saya dapat memahami dengan baik. Listening teks rumpang bukanlah segalanya. Listeng for someone speaking and understand it is another point of my ability. The teacher know me best because I always listen to him and responded although I am not an excellent student in his class. Well, I started to fall in love with English. Les saya terus berjalan. Ini pun merupakan another plus point yang membuat saya semakin suka dengan bahasa inggris. Ternyata bahasa inggris tidak sulit, saya hanya kurang belajar menerima kekurangan saya di bidang speaking and writing...dan saya malu akan hal tersebut....just as simple as that. Saat itu saya tidak paham bahwa bahasa inggris punya 4 skills that not everyone can master in those skills in one time. Or sometimes just mastering one is enough. I just don't understand that.

Saat SMA, guru saya sangat menarik...saya jadi cukup suka dengan bahasa inggris. Teman sebangku saya pintar bahasa inggris terutama speaking and writing. Dia mengajak saya practice dan membantu saya dalam menulis. Hingga kelas 3 saya suka sekali reading dan listening dalam hal bahasa inggris.

Hingga saat kuliah saya memutuskan untuk mengambil jurusan bahasa Inggris di TEN IAIN Ar Raniry. Karena jurusan favorite saat itu adalah jurusan bahasa Inggris. Setelah alhamdulillah lulus tes, sayapun kuliah di TEN.


Saat kuliah, bahasa Inggris menjadi jauh lebuh menarik. Dosen-dosennya luar bisa dan menarik. Selain itu hobi saya adalah membaca, jadi segala sesuatu hal kesukaan saya biasanya sangat banyak di provide dalam bahasa Inggris jadilah hal ini mengasah kemampuan reading saya.

Setahun kuliah di TEN saya memutuskan untuk mengambil lagi kuliah di jurusan Psikologi Unsyiah. Akhirnya saya lulus dan menjadi mahasiswa di prodi Psikologi Unsyiah. Dan disinilah kemampuan bahasa Inggris yang saya dapat di TEN diasah. Hampir semua materi di psikologi memiliki referensi bahasa Inggris. Sedikit sekali referensi bahasa Indonesia yang tersedia. Jadilah saya lebih sering reading bahasa Inggris di kuliah psikologi.

Saat semester awal perkuliahan, televisi di rumah saya mulai bisa menangkap siaran NHK world. Ini merupakan siaran tv internasional Jepang yang disajikan dalam bahasa Inggris. Berhubung saya freak sekali dengan Jepang, jadilah setiap hari dan setiap waktu luang saya habiskan dengan menatapi layar TV dengan program-program yang disajjkan NHK world. Hal ini terus berjalan selama 3 tahun lamanya. Karena hal ini saya jadi amat terbiasa mendengarkan bahasa Inggris. Ini sangat membantu peningkatan kemampuan listening saya.

Selain menonton untuk melatih listening, sekarang saya juga sudah tidak lagi menggunakan subtitle bahasa Indonesia, film apapun yang saya tonton softcopinya saya usahakan sub Englishnya. Terutama drama Jepang, Korea apalagi Barat. Jadi jika teman-teman saya minta drama pasti subnya English. Saya tidak mau mendonlot sub Indonesia agar teman-teman saya juga ikut menonton dengan sub English. Biar sama-sama belajar. Hal ini sudah berlangsung sekitar 3 tahun. Semua tidak instan, awalnya juga sulit dan harus pause untuk mengecek kosa kata sulit. Namun lama-kelamaan tidak lagi. Semua butuh waktu.

Well, jika sekarang ditanya apakah saya suka bahasa Inggris??  Jawabannya sukaaaa. Ternyata proses menyukai dan bisa itu benar-benar memakan waktu yang sangat lama. Jika ditanya apakah saya pintar bahasa Inggris??  Jawabannya tidaaak...masi jauh dari kata pintar. Saya hanya lumayan bisa di bidang reading and listening. Sisanya biasa saya. Bahkan untuk urusan speaking dan writing masih terbilang sangat buruk. Saya masi harus banyak belajar.

Jika ditanya bagaimana caranya? maka saya akan menjawab, terus berkecimpung di dalam bahasa Inggris, apapun bentuknya. Lebih baik lagi jika menyangkut dengan hal yang kita sukai, kemudian dikaitkan dengan bahasa Inggris. InsyaAllah akan cepat cinta dan bisa. Jika sekarang masih jauh dari kata cinta dan bisa maka jangan putus asa. Terus belajar. Semangat!!

*Salam Belajar Bahasa Inggris..... :D

Monday, October 28, 2013

PPL

Assalamu'alaikum.....ogenki desuka? (Apa kabar?) Hope all the best for you all guys.
Tepat tgl 22 oktober 2013 lalu....Hari-hari PPL dimulai!!

Ya! Saya sudah memasuki masa PPL. Saya memilih PPL di salah satu SMPN di dekat rumah saya. Serasa aneh dan sedikit canggung karena harus kembali ke sekolah setelah 5 tahun tidak berada di lingkungan sekolah. Tidak banyak perubahan signifikan dalam kegiatan harian saya, karena saya belum mulai mengajar. Untuk minggu pertama saya hanya baru bertugas piket dan menggantikan guru. Masih masa observasi. Setelah seminggu nanti barulah saya mulai mengajar. Beberapa kali saya masuk ke kelas hanya untuk mengobservasi dan menjaga anak-anak agar tidak ribut saat mengerjakan tugas yang diberikan.

Dan subhanallah anak-anak smp ini. Ributnya mengalahi keriuhan pasar. Padahal 1 kelas hanya berjumlah 28 siswa tapi ributnya minta ampuuuun. Suara saya yg notabene besar sehari-hari saja kalah dengan mereka. Teriakan saya dianggap angin lalu. Tidak mempan. Mereka yang meranjak remaja cenderung kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Semua dikomentari yang berakhir dengan keriuhan. Semua ditanyakan semua harus dijelaskan sejelas-jelasnya hingga mereka puas.

Anak-anak ini sebenarnya lucu-lucu dan aktif sehingga menyenangkan mengahabiskan waktu bersama mereka. Namun diluar jam masuk kelas, daya merasa sedikit bosan, karena sisanya jam piket atau jam kosong yg membuat saya hanya duduk di ruang PPL yang merangkap ruang UKS.
Saya tahu bahwa ini sementara. Seharusnya saya menikmati masa-masa ini. Karena tidak lama lagi saya akan dilanda kesibukan yang luar biasa.

Wish me luck yaaaa....^_^

*salam olahraga....
Lhooo??
*kebanyakan gaul sama anak smp yg hobi salam olahraga...hiihihhih

Friday, August 23, 2013

Menyontek

Beberapa waktu yang lalu, terdengar kabar bahwa paket soal Ujian Akhir Nasional (UAN) akan ditambah menjadi 20 paket. Sudah pasti semua orang dengan profesi apapun akan ribut. Sekolah-sekolah melakukan pengajian bersama, tidak sedikit yang melakukan demo dan menentang adanya UAN, dan hal-hal ajaib lainnya. Satu hal yang menarik perhatian saya hingga akhirnya post ini ditulis adalah: salah satu teman facebok saya (lupa siapa namanya) menshare sebuah foto anak-anak sekolah yang sedang mengerjakan soal ujian, di dalam foto tersebut tertulis tentang bertambahnya paket soal ujian. Saat menshare foto ini ia menulis sebuah kalimat yang menurut saya terdapat pengakuan secara tidak langsung, isi tulisannya kurang lebih bermakna bahwa ia bersyukur saat ia ujian dulu, paket soal tidak sebanyak itu. Seingat saya, saat saya UAN MAN terdapat dua paket soal, mungkin pada masa adik ini paketnya bisa edisi 4 paket atau edisi 6 paket, saya kurang tau.

Yang menggelitik saya adalah kata-kata yang ia tuliskan, ia bersyukur akan paket yang sedikit. Secara korelasi, tidak ada hubungan antara jumlah paket dengan besarnya peluang ia lulus UAN. Setiap paket soal UAN dibuat dengan taraf kesulitan dan jenis yang sama, hanya dengan sedikit variasi angka, subjek, pilihan jawaban, dll. atau, hanya ditukar-tukar nomor soalnya. Hal ini saya ketahui dari Tim pembuat soal UAN. Jadi jika ia memang punya kemampuan yang cukup untuk lulus, maka ia akan dapat menjawab soal-soal UAN tersebut, paket manapun yang ia dapat bukan masalah.

Tapi lain ceritanya jika terjadi penyimpangan, misalnya: menyontek, soal yang bocor, tersebarnya kunci jawaban, dll. Maka akan ada korelasi antara jumlah paket soal dengan besarnya peluang lulus UAN. Mengapa? Karena jika ia menyontek, maka orang yang dia contek atau mintai jawabannya belum tentu sepaket dengan dia. Jika soalnya bocor, maka belum tentu soal yang ia dapat adalah soal yang bocor, kalaupun benar soal yang sama, maka ada 20 paket yang harus ia selesaikan. Jika tersebar kunci jawaban, maka akan banyak sekali kunci jawaban yang beredar, belum tentu semua paket ia punya kunci jawabannya. Semakin banyak paket semakin kecil peluang keberhasilan melakukan kecurangan.



Tuesday, August 13, 2013

Sebuah Paragraf....

Yaaa.....sebuah paragraf yang mampu membuat saya sontak bangun, terduduk tegak sambil membaca kembali paragraf itu. Well, saya terbiasa membaca sambil tiduran yang tidak sehat, jangan ditiru! Kebiasaan ini tidak baik, dan hanya bagian-bagian bacaan tertentu yang mampu membuat saya bangkit duduk tegak dan membaca sisa tulisan/buku/novel dengan posisi terduduk dengan kepala tertekuk. Begitu selesai, saya sadar, leher saya sakit akibat duduk terlalu lama dengan posisi kepala tertekuk menatap lembar demi lembar hingga selesai. Hal ini jarang terjadi, kecuali untuk bagian-bagian terbaik, menegangkan, dan luar biasa dari sebuah buku. Bagian lain sisanya? tiduran!

Dan paragraf berikut membuat saya terduduk, padahal cerita keseluruhan dari salah satu cerpen buku "Madre" karya Dee ini biasa saja. Malah cerpen utama yang berjudul Madre jauh lebih menarik. Cerpen biasa saja ini berjudul "Have you Ever?" tapi sebuah paragraf darinya membuat saya bangkit dan ber- "Eeeeee?" panjang.
"Dua minggu yang lalu, sepucuk surat sepanjang tiga halaman sampai ke tanganku, diantarkan langsung oleh penulisnya. Seorang perempuan yang baru kukenal sebulan. Namanya Intan Cahaya. Semua orang memanggilnya Intan. Tapi aku refleks memanggilnya Cahaya. Ia bertanya alasannya. Jujur, kujawab "tidak tahu". Bagiku, dia Cahaya. Titik."
Akhir dari paragraf ini membuat saya de javu. Dan benar saja, bayangan saya kembali dimana saya membaca tulisan yang sama namun untuk nama yang berbeda, yup, nama saya. seseorang mengatakan hal yang hampir sama. Saat itu, saya merasa perkataan itu tidak berarti apa-apa bagi saya. Saya hanya berkomentar, "Orang pinter memang kelakuannya suka aneh-aneh". dan dijawab dengan satu kata, "Biarin". Hahahaha. Dia dengan mudahnya memanggil saya dengan nama berbeda. Ketika saya harus beradaptasi, dia sudah seperti menyebutnya bertahun-tahun tanpa canggung. Ckckckc.

Setelah membaca paragraf ini, I wonder, did he ever read this book? Maybe yes, maybe no. Hahahha....

Walaupun secara keseluruhan, cerita cerpen itu tidak ada mirip-miripnya sedikitpun dengan keadaan, kondisi atau cerita tokoh utamanya dengan kami, tapi paragraf itu jelas mirip sekali.

*Salam De Javu

Sunday, June 16, 2013

Yattaaa~~

Yattaaa~~~~
Alhamdulillah, finally the final was done. Even ini baru di satu tempat, dan di tempat lain menyusul. Musim final memang bukan hal mudah. Sebenarya bukan karena ujiannya yang sulit. Tapi di setiap final itu selalu disisipi, dibarengi, diboncengi dan ditempeli oleh tugas akhir. Sehingga belajar bukan lah segalanya dan satu-satunya. Tugas juga harus dikerjakan. Sangat mending kalau tugasnya diberikan jauh-jauh awal semester, ini malah di dekat ujian. Bukan hal mudah menyelesaikan tugas sekaligus puyeng kapan harus belajar dengan bahan yang seabrek-abrek. Saya personally akhirnya memilih mengerjakan tugas lebih utama, terakhir belajar. Saya memilih tutup mata, belajar seadanya dan yang menurut saya penting, sisanya hanya dibaca sekilas seraya membaca mantra semoga tidak keluar di ujian. Hehehe....:p

Belum lagi di semester yang sama dan di saat yang sama saya harus memikirkan RPP dan Mikro Teaching yang luar biasa sampe bisa bikin saya stress bukan kepalang. Hal kedua yang bikin pusing adalah proposal skripsi yang harus direvisi dan sudah ditagih dosennya. Ajib benar semester ini. Dua hal yang paling bikin stress seumur-umur saya kuliah dikumpul jadi satu semester. Hectic.

Dua makhluk ini cukup mengerikan. Saat terdesak dikerjakan, saya bisa muncul minimal 2 biji jerawat di muka dalam 1 malam, plus tidak pulas tidur. Teringat saat maju mikro bakal mengerjakan apa, selanjunya apa, dan seterusnya. Di saat yang sama ketika mnegerjakan RPP, terngiang suara doping, "bagaimana perkembangan proposalnya? sudah selesai bab 1-3 di revisi". AAAaaaahhh.....mimpi buruk. Ini menunjukkan tingkat stress saya yang luar biasa. seumur-umur 2 makhluk ini yang sukses buat saya jerawatan dan tidak nyenyak tidur.

Alhamdulillah final telah berakhir, tinggallah 2 makhluk yang bikin super stress itu. Saatnya fokus ngerjain proposal skripsi dan berusaha tidak grogi saat mikro. Bismillah.

*maaf ya....edisi buang sampah setelah ujian....:p

*salam mikro!!

Arigatou.. Visit Again Yaa... ~