Wednesday, February 26, 2014

Chef Gagal.... :P

Assalamu'alaikum..... Untuk para Ibu atau siapapun di dunia ini yang sedang mengerjakan tugas domestiknya, Saya do'akan dimudahkan, diberi kesabaran dan diberi kebahagiaan tak terbatas! Amiiiin

Do'a ini dilatarbelakangi oleh kejadian tadi pagi:

Pagi ini mamak saya menelfon. Menanyakan saya dimana. Kemudian menyuruh saya segera pulang. Sekaligus menitahkan saya untuk memasak. Ya! Memasak!! Pasalnya, mamak saya sedang pergi ke dokter mengantarkan nenek saya yang sakit. Ternyata antriannya ramai sekali, sehingga tidak akan sempat memasak untuk makan siang. 


Awalnya hanya dititahkan memasak nasi. Bukan perkara sulit, pikir saya, kan ada magic jar!  Hahaha. Tapi ternyata mamak saya dengan suara meyakinkan menyuruh saya memasak kuah tumis ikan. Saya awalnya santai, sambil bertanya, bumbunya udah ada kan? Tinggal masak saja kan? Ternyata jawabannya belum ada dan saya harus meraciknya sendiri. Apaaaa??? "Kalau rasanya entah kayak apa, terima aja ya?" balas saya. Kemudian tidak hanya itu, mamak saya juga titip agar ikannya juga di goreng beberapa ekor. Telepon pun putus, pulsa saya habis!!

Saturday, February 22, 2014

Misspelling? Dyslexic?


Well, this is what happens to me. I usually do it. Misspelling!!

Dari dulu saya memang punya masalah dengan membaca. Saya pernah dapat nilai merah dalam pelajaran Bahasa Indonesia karena baru kelas 2 (dua) MIN bisa membaca. Itu pun masih tebata-bata. It can’t be helped. So, gurunya mau ngak mau taro saya nilai merah. Saya amnesia bagaimana nilai pelajaran lain ngak merah soalnya saya nilai Bahasa Indonesianya merah karena ngak bisa membaca. Seingat saya, saya bisa mengeja, jadi waktu pelajaran lain yang ada membacanya saya mengeja sekuat tenaga dan sekencang mungkin. Dalam hati I scanned it and understood. Tapi jika disuruh membaca then they would know I can’t do it properly. Saya sadar dari dulu kekurangan saya ini dan try to manage. 

Sekarang setelah kuliah di psikologi saya tau saya ternyata punya masalah dalam membaca dan mengeja, tidak sampai dyslexia sih, hanya lambat saja, kata dosen saya. Saya tau si dosen meringankan diagnosis saya. Well, she can’t belief it. I know from the way she reacted when I said my childhood problem. Well, saat itu mata kuliah kesukaran belajar. Jadi dosennya tanya untuk contoh dan some students told their own problem include me. It looked like I had the worst problem in that class. Maybe she just don't want everyone know it because it is not that bad anymore. Dari banyak membaca saya tau saya punya banyak sekali checklist (klik for the checklist) yes untuk simtomnya. I can’t say I am not a dyslexic one. I deal with it and somehow managed it until now. That is how I can sit in college now bay the way. Hahahha. Untuk Bahasa Indonesia saya banyak banget peningkatan. Paling hanya masalah ‘d’, ‘b’, ‘p’, ‘t’, ‘f’, ‘v’ yang masi jadi masalah sampai sekarang.

Wednesday, February 5, 2014

The Crescent Moon

Mencari sosoknya di dalam lautan awan.
Meneropong, mengitari langit yang tak berujung.
Tak kunjung berjodoh.
Harap tlah pupus, asa tlah hilang.
Namun,
Ujung sabit itu menyapa.
"Tidakkah kau lihat sinarku?"
"Aku di sini!"
Sinar sabit itu terpantul dalam senyumku.
Sabit itu pun terlukis indah di bibirku, tak kusadari.
Bahagia menyelinap dalam gelapnya hati yang tertutup awan.
Bagai sinar sabit yang menyelinap dalam pekatnya malam berpeluk kabut.



*The Crescent Moon, February 5th, 2014

Arigatou.. Visit Again Yaa... ~